"Kerasa, nggak?" Dialog yang diucapkan Asmara Abigail sebagai Ratih di Perempuan Tanah Jahanam (PTJ) ini menjadi kata-kata yang tergaung di telinga. Diucapkan dengan pelan, lembut dengan aksen Jawa, tetapi juga seram dengan latar gelap hanya bercahaya lampu damar.
Mengisahkan tentang dua orang perempuan (Maya dan Dini) yang diperankan Tara Basro dan Marissa Anita, yang terhimpit ekonomi sehingga mengharuskannya untuk pergi ke desa Harjosari tempat rumah warisan Maya berada. Bukan sembarang desa, tetapi desa terkutuk yang tidak memiliki anak kecil sama sekali karena kutukan yang berkaitan dengan selamatnya Maya pada masa lalu.
![]() |
| Tara Basro sebagai Maya via Trailer PTJ |
"Kamu adalah kesalahan yang harus aku hapus" - Nyi Misni
Cerita yang kompleks dan tidak mudah ditebak siapa silsilah keluarga Maya yang sebenarnya. Semakin ke belakang semakin terjawab siapa yang bersalah atas desa tersebut.
Ekspektasi saya terpuaskan dengan baik di film garapan Joko Anwar ini. Mengingat film horor yang sebelumnya, Pengabdi Setan, sukses membuat saya seakan nggak dikasih napas buat santai nonton, pengen lekas berakhir saja filmnya. Dan PTJ ini nggak kalah gilanya.
Di PTJ ini, berasa menonton horror ala film barat, bukan hantu-hantuan, tetapi lebih ke thriller, cerita seru dan menantang. Apalagi latar tempatnya benar-benar diset dan dicari sedemikian rupa oleh tim PTJ. Bahkan rumah Ki Saptaji (Ario Bayu) dibangun sengaja untuk film tersebut. Jadi kesan mistis dan klasik Jawanya dapet banget.
Satu hal yang bagi saya tidak manusiawi, dua orang perempuan dari kota (Maya dan Dini) ini terlalu berani untuk tinggal di rumah kosong yang penuh debu dan secara nyata seram. Bahkan Dini masih sempat-sempatnya mandi di rumah dengan banyak sarang laba-laba dan akar-akaran yang menutupi dinding rumah tua itu. Hingga mereka memutuskan untuk tidur malam hari di sana. Kalau di kenyataan, mungkin hampir tak ada yang berani melakukannya, terlalu beresiko. Barangkali memang segala aspek di film ini gila.
Kalau film Joker seolah-olah phsyco, film ini tak kalah sakitnya. Adegan leher digorok, perempuan digantung terbalik, dan darah juga tak sedikit. Saat memasuki cerita di Desa Harjosari, penggambaran mistiknya terasa kuat. Di Indonesia tentu saja tak aneh dengan cerita-cerita mistik. Bahkan sebelumnya juga sempat beredar di media sosial tentang KKN Desa Penari yang kemungkinan besar berlokasi di Jawa Timur.
Saat menikmati filmnya, entah kenapa terasa familiar melihat seting tempatnya. Tak heran di credit scene muncul nama wilayah di antaranya Banyuwangi, Probolinggo, Lumajang. Semacam sebuah perasaan merasa dekat. Hehehe. Lha wong saya orang Jawa Timur yang sering melewati daerah-daerah itu.
Adegan yang paling saya suka di film ini adalah saat opening. Maya dan Dini mengobrol lewat telepon saat bekerja sebagai penjaga pintu tol. Adegan tersebut nampak sangat sangat alami. Saya kagum dibuatnya. Gimana nggak keren, ngomong, melayani mobil lewat, dan ekspresi yang main banget. Sampai-sampai, adegan opening ini dirilis di youtube untuk memuaskan penonton sekalian karena banyak yang suka.
Pemeran-pemeran di sini pun punya andil dan kekuatan masing-masing dalam perannya. Dari yang hanya diam tanpa kata tapi berhasil memerankan dengan baik, hingga tokoh-tokoh utama yang bertransformasi dari karakter berbeda dari film-film yang mereka perankan sebelumnya.
Music scoringnya pun terasa kelam, tetapi indah bercampur klasik, setidaknya bagi kuping saya. Jadi, tak hanya judulnya, ini film memang jahanam! Semenjak filmnya Janji Joni, saya mengidolakan Joko Anwar, sang Sutradara, yang makin ke sini kualitas filmnya luar biasa. Hormat buat Bang JokAn. Terima kasih telah menghadirkan tontonan super.
Sejauh ini, ini film horor favorit saya tahun ini. Kalau kamu, sudah nonton film ini belum? Bagaimana kesanmu? Ayo bercerita.



6 Comments
Dulu katanya org pacaran suka sekali nonton pelem horor. Kenapa yah
ReplyDeleteKalau kena jump scare kan ada pertahanan bang day wehehe
Deletecieee gitu yah :)
DeleteSaya suka film horor, tapi semenjak kerja udah nggak berani nonton karena takut pulang malam. Tapi saya berhasil juga nonton film pengabdi setan walaupun harus berakhir nggak berani kemana-mana sendiri selama berhari-hari😂
ReplyDeleteMba, pengabdi setan itu keren banget! Heheh rasanya perlahan-lahan, film berasa nggak kelar kelar.
DeleteSalam kunjungan dan follow ya :D
ReplyDelete