Review Aladdin 2019 Tentang Kesetaraan Perempuan

Film-film Disney sudah makin banyak dibuat versi live action movie. Film live action merupakan film yang diperankan oleh manusia atau dibuat versi nyata, bukan lagi versi kartun. Salah satu yang habis saya tonton beberapa waktu lalu adalah Aladdin.

Apa yang kamu ingat saat menyebut kata "Aladdin?"

Aladdin and the Lamp
gambar via YouTube - Official Trailer

Yup, kalau saya sih, lampu ajaib. Benar, karena lampu ajaib itu berasal dari kisah di film ini. Lampu ajaib adalah tempat tinggal genie (jin) si pengabul permintaan. Jika lampu ajaib tersebut digosok-gosok, keluarlah jin yang tinggi besar yang akan mengabulkan apapun permintaan tuannya.

Dan Aladdin adalah seorang pencuri yang cerdik yang mampu menemukan lampu ajaib tersebut. Aladdin dijebak oleh Jafar yang sangat berambisi merebut kekuasaan Raja di Agrabah. Namun jin tersebut membantu Aladdin berubah dan menjadikannya seorang pangeran. Aladdin menyukai putri Jasmine, sebagai anak satu-satunya sang Raja. Hanya pangeran yang bisa mendekati seorang putri, untuk itulah Aladdin menyamar menjadi pangeran dari negeri Ababwa, negeri ciptaannya sendiri bersama sang jin.

Princess Jasmine (Naomi Scott)
gambar via YouTube - Official Trailer

Aladdin (Menna Massoud)
gambar via YouTube - Official Trailer
Berubahnya Aladdin menjadi pangeran perlahan juga merubah kepribadiaannya menjadi lebih egois dan lupa siapa ia sebenarnya. Suatu ketika lampu ajaib direbut oleh Jafar dan memanfaatkan kekuatan sang jin untuk mengalahkan raja. Namun apakah Aladdin dan Putri Jasmine mampu mengalahkan Jafar yang sangat ambisius dalam merebut kekuasaan sang raja tersebut?

Seperti pelajaran hidup, semakin tinggi derajatmu semakin banyak diuji.

REVIEW

Meski banyak netizen yang meragukan film ini karena trailer yang katanya tak lebih baik dari versi animasinya, saya tak ambil pusing. Kita mah kebiasaan. belum nonton sudah menjustifikasi.

Akhirnya saya nonton dan, "Wow, keren banget!"

Kostum-kostum yang menawan, setting tempatnya pun tak kalah luar biasa, seakan terbawa ke suasana pasar di tempat Aladdin mencuri. Hehe

Yang menarik perhatian saya di sini adalah Menna Massoud, pemeran Aladdin. Saya pikir sebagai pemeraan Aladdin, ia sangatlah cocok. Tidak terlalu tampan juga tidak buruk. Pas dan manusiawi. Saya juga tak setuju jika Aladdin sendiri diperankan oleh Zayn (yang menyanyikan A Whole New World versi 2019) meski kolom komentar di video klipnya bertebaran soal kecocokan Zayn memerankan tokoh Aladdin.

Pemeran lainnya, Naomi Scott sebagai Putri Jasmine. Kata netizen pun, Naomi tak cocok jadi Jasmine karena wajahnya kurang timur tengah. Aih, memang ya, netizen banyak maunya. Namun menurut saya sendiri sih agak setuju kalau wajahnya kurang timur tengah. Tetapi pihak produksi pasti sudah punya pertimbangan tersendiri. Setelaah saya nonton pun, saya kagum dengan kepiawaiannya. Apalagi Naomi juga menyanyikan lagu specchless yang penuh makna, emosional, dan saya rasa Naomi is a great singer!

By the way, saya coba-coba mengcover lagunya di Youtube, coba saja klik. Hehe (numpang promo sejenak).



Makna lagu speechless pun sangat dalam. Sebagai seorang putri, Jasmine tidak ingin terkekang, tidak hanya ingin diam. Kau pun begitu, bukan? Ya, kita semua akan related dengan lagu ini terutama bagi yang tengah bersedih. Seakan menumbuhkan power dari dalam diri. Pemberontakan dari dalam diri atas ketidakadilan.

Oh iya, Will Smith yang memerankan Genie pun sangat menghibur. Ia juga mengisi soundtrack yang berjudul Prince Ali. Meski dinilai nampak seperti adegan karnaval, tetap spektakuler baik dari segi kostum dan animasi hewan-hewan yang turut serta.

Pelajaran dari film ini adalah:

Kekuasaan tidak akan pernah mampu memuaskan diri kita. Akan selalu ingin lebih dan lebih. Kekuasaan tidak akan pernah kita kuasai, karena kita yang akan dikuasai kekuasaan.

Bingung, ya? Hehehe... Jadi, teman-teman sudah menonton film ini? Bagaimana kesannya?

Related Posts

Post a Comment

6 Comments

  1. anak2 saya pada nanya kok papa mama tau ceritanya hehehe

    Mereka pikir cerita baru

    ReplyDelete
    Replies
    1. mama papa udah nonton sebelum rilis nak eheheh

      Delete
  2. Ingat Aladdin jadi ingat waktu kecil suka baca komiknya, kebetulan rumah ortu di purwokerto dulu dekat perpustakaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau saya pernah baca buku dongengnya mas hehe

      Delete
  3. waah..... mbk ajeng pinter main alat musik suaranya juga bagus lho, semangat berkarya terus mbak....

    sayang baanget saya belum nonton film aladin ini, cuma sempat nonton trailernya di youtube,dan kalau menurut say keren kok, apalagi saya kan penggemar will smith he...he...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, sudah sempat play, ya mbak? makasih loh hehehe... Nah kan, setuju. heheh

      Delete