Film-film Disney sudah makin banyak dibuat versi live action movie. Film live action merupakan film yang diperankan oleh manusia atau dibuat versi nyata, bukan lagi versi kartun. Salah satu yang habis saya tonton beberapa waktu lalu adalah Aladdin.
Apa yang kamu ingat saat menyebut kata "Aladdin?"
![]() | |
| Aladdin and the Lamp gambar via YouTube - Official Trailer |
Dan
Aladdin adalah seorang pencuri yang cerdik yang mampu menemukan lampu
ajaib tersebut. Aladdin dijebak oleh Jafar yang sangat berambisi merebut
kekuasaan Raja di Agrabah. Namun jin tersebut membantu Aladdin berubah
dan menjadikannya seorang pangeran. Aladdin menyukai putri Jasmine,
sebagai anak satu-satunya sang Raja. Hanya pangeran yang bisa mendekati
seorang putri, untuk itulah Aladdin menyamar menjadi pangeran dari
negeri Ababwa, negeri ciptaannya sendiri bersama sang jin.
![]() |
| Princess Jasmine (Naomi Scott) gambar via YouTube - Official Trailer |
![]() |
| Aladdin (Menna Massoud) gambar via YouTube - Official Trailer |
Seperti pelajaran hidup, semakin tinggi derajatmu semakin banyak diuji.
REVIEW
Meski banyak netizen yang meragukan film ini karena trailer yang katanya tak lebih baik dari versi animasinya, saya tak ambil pusing. Kita mah kebiasaan. belum nonton sudah menjustifikasi.
Akhirnya saya nonton dan, "Wow, keren banget!"
Kostum-kostum yang menawan, setting tempatnya pun tak kalah luar biasa, seakan terbawa ke suasana pasar di tempat Aladdin mencuri. Hehe
Yang menarik perhatian saya di sini adalah Menna Massoud, pemeran Aladdin. Saya pikir sebagai pemeraan Aladdin, ia sangatlah cocok. Tidak terlalu tampan juga tidak buruk. Pas dan manusiawi. Saya juga tak setuju jika Aladdin sendiri diperankan oleh Zayn (yang menyanyikan A Whole New World versi 2019) meski kolom komentar di video klipnya bertebaran soal kecocokan Zayn memerankan tokoh Aladdin.
Pemeran lainnya, Naomi Scott sebagai Putri Jasmine. Kata netizen pun, Naomi tak cocok jadi Jasmine karena wajahnya kurang timur tengah. Aih, memang ya, netizen banyak maunya. Namun menurut saya sendiri sih agak setuju kalau wajahnya kurang timur tengah. Tetapi pihak produksi pasti sudah punya pertimbangan tersendiri. Setelaah saya nonton pun, saya kagum dengan kepiawaiannya. Apalagi Naomi juga menyanyikan lagu specchless yang penuh makna, emosional, dan saya rasa Naomi is a great singer!
By the way, saya coba-coba mengcover lagunya di Youtube, coba saja klik. Hehe (numpang promo sejenak).
Makna lagu speechless pun sangat dalam. Sebagai seorang putri, Jasmine tidak ingin terkekang, tidak hanya ingin diam. Kau pun begitu, bukan? Ya, kita semua akan related dengan lagu ini terutama bagi yang tengah bersedih. Seakan menumbuhkan power dari dalam diri. Pemberontakan dari dalam diri atas ketidakadilan.
Oh iya, Will Smith yang memerankan Genie pun sangat menghibur. Ia juga mengisi soundtrack yang berjudul Prince Ali. Meski dinilai nampak seperti adegan karnaval, tetap spektakuler baik dari segi kostum dan animasi hewan-hewan yang turut serta.
Pelajaran dari film ini adalah:
Kekuasaan tidak akan pernah mampu memuaskan diri kita. Akan selalu ingin lebih dan lebih. Kekuasaan tidak akan pernah kita kuasai, karena kita yang akan dikuasai kekuasaan.
Bingung, ya? Hehehe... Jadi, teman-teman sudah menonton film ini? Bagaimana kesannya?





6 Comments
anak2 saya pada nanya kok papa mama tau ceritanya hehehe
ReplyDeleteMereka pikir cerita baru
mama papa udah nonton sebelum rilis nak eheheh
DeleteIngat Aladdin jadi ingat waktu kecil suka baca komiknya, kebetulan rumah ortu di purwokerto dulu dekat perpustakaan
ReplyDeletekalau saya pernah baca buku dongengnya mas hehe
Deletewaah..... mbk ajeng pinter main alat musik suaranya juga bagus lho, semangat berkarya terus mbak....
ReplyDeletesayang baanget saya belum nonton film aladin ini, cuma sempat nonton trailernya di youtube,dan kalau menurut say keren kok, apalagi saya kan penggemar will smith he...he...
wah, sudah sempat play, ya mbak? makasih loh hehehe... Nah kan, setuju. heheh
Delete