Kalau boleh curhat, saya sudah lama nggak nonton film. Film terakhir di bioskop adalah Kafir: Bersekutu dengan Setan, entah kira-kira beberapa bulan yang lalu. Kali ini ada waktu dan kesempatan rejeki lebih untuk menyempatkan nonton film. Pilihan saya jatuh pada My Stupid Boss 2.
Alasan saya memilih film ini untuk ditonton yang pertama adalah Reza Rahadian. Iya, siapa yang nggak kenal aktor serba bisa ini? Hidupnya sudah untuk akting. Tak heran, memainkan peran apapun sangat totalitas. Kedua, karena dulu pernah nonton edisi pertamanya. Walaupun tidak cukup berkesan, sepertinya yang kedua ini bakal bagus, saya pikir begitu. Ketiga, karena lagi suntuk. Ah elah, hidup kok suntuk mulu.
Yap, saya suka yang kedua ini. :D
SINOPSIS
Bossman (Reza Rahadian), begitu panggilannya, masih saja pelit dan memilih hal-hal yang murah. Bahkan karena alat kerja kantor yang sudah waktunya diganti tidak diganti. Semua demi penghematan. Sampai karyawan-karyawan pun mogok dan memilih berhenti. Namun Bossman tetap dengan kocak dan nyebelinnya bersikukuh.
Di film ini Bossman dan karyawannya, salah satunya Diana/Kerani (Bunga Citra Lestari) yang selalu menjadi pentolan karyawan di kantor furnitur milik Bossman, melakukan perjalanan bisnis ke Vietnam untuk melakukan seminar dan mencari calon karyawan murah. Keseruan dan kelucuan pun banyak hadir. Ditambah kehadiran Nguyen (Morgan Oey) sebagai perantara Bosmaan dan calon pekerja.
Beberapa hal yang hinggap di pikiran saya saat menonton film ini saya tuangkan dalam tulisan berikut:
TENTANG PREMIS FILM
Sama halnya dengan kesan saya pada film My Stupid Boss pertama, saya tidak melihat premis yang kuat dalam ceritanya. Premis diformulakan sebagai seorang tokoh yang memiliki tujuan namun terhalang oleh sesuatu. Tetapi, jika saya jabarkan premisnya, apakah bisa seperti ini, "Bossman mencari karyawan baru untuk perusahaannya, tetapi menemui banyak rintangan karena sifat pelitnya."?
My Stupid Boss 2 ini pun serasa cerita yang klimaksnya tidak begitu greget. Namun di balik itu, film ini berupa kemasan komedi. Apakah karena komedi inilah jadinya saya sebagai penonton tetap bisa menikmati scene demi scene? Ya, menurut saya begitu.
Cerita film ini mungkin terbangun dari satu sifat yang dikembangkan sehingga jika disatukan dengan sifat-sifat lain melalui pertemuan tokoh-tokoh, maka jadilah cerita My Stupid Boss 2 ini. Sifat dasar itu adalah milik si Bossman sendiri, pelit dan maunya yang murah.
WARNA YANG KONTRAS DAN BERANI
Saya suka karakter warna yang dihadirkan di film ini. Fashion pemainnya yang menggunakan warna-warna tabrakan namun manis. Tosca, merah, kuning, dan warna lain yang terang dan kuat. Termasuk furniture / dekorasi rumah yang warna-warni. Dan ini pemandangan indah tersendiri bagi saya pribadi. Serasa masuk ke dalam dunia warna bohemian.
Bonus untukmu jika menonton film ini bisa menyaksikan keindahan alam Vietnam yang masih segar.
PEMERAN YANG BUKAN KOMEDIAN
Film komedi ini berhasil membuat saya terpingkal-pingkal. Yang menarik adalah, pemerannya bukan dari kalangan komedian tanah air. Namun ada satu komedian (stand up comedian) yang turut serta walau hanya di awal film, Indra Jegel, sebagai karyawan yang mencoba berhenti.
![]() |
| Bossman dengan karyawan inti |
Karakter Bossman, Kerani dan suaminya (Alex Abbad) disatukan membentuk cerita yang lucu dan mengesalkan. Sementara kehadiran Morgan Oey di pertengahan dan akhir film membangun suasana yang sudah mulai membosankan (saya agak mengantuk menjelang akhir). Jika Morgan biasanya berperan dengan peran serius, kali ini sangat tidak diduga dan menyenangkan. Untuk karaker Bossman, tak diragukan lagi bagaimana menyebalkannya Reza Rahadian memerankan kebodohan demi kebodohan di film ini.
Film ini menunjukkan bahwa tak harus dengan cerita cinta untuk mempertemukan dua tokoh utama pria dan wanita. Bossman dan Kerani adalah gambaran hubungan boss dan karyawan yang chemistrynya dapet banget. Bahkan tidak ada cerita kecemburuan pasangan masing-masing. Karena Bossman adalah sahabat suami Kerani.
Kesatuan antara cerita, gambar, dan komedi yang telah menyegarkan hari saya, saya beri rating 4.5 dari 5 bintang. Hehehe... Rating bisa saja subjektif dan saya mah murah rating, gampang banget disenengin. Namun, jika kalian ingin merasakan juga, selamat menyeksikan dan semoga tertawa.
TENTANG FILM MY STUPID BOSS 2
Genre Film : Komedi
Produser : Frederica
Sutradara : Upi Avianto
Penulis : Upi Avianto
Produksi : Falcon Pictures
Pemeran : Reza Rahadian, Bunga Citra Lestari, Chew Kin Wah, Ledil Putra, Atikah Suhaemi, Zuklarnaen, Morgan Oey, Alex Abbad, Melissa Karim, Solaiman, Sahil Shah.
Durasi Film : 92 Menit
Tanggal Rilis : 28 Maret 2019
Sumber gambar: Official Trailer My Stupid Boss 2 via Youtube
Sumber gambar: Official Trailer My Stupid Boss 2 via Youtube






10 Comments
Saya dulu nonton ini juga. Cuma kalau saya menilai sih agak garing ya. Mungkin karna sosok si BCL sebenernya.
ReplyDeleteyang edisi pertama sepertinya kita sependapat kak, saya bahkan mengantuk dan bosan
Deleteduh saya malah belum nonton ini.
ReplyDeletenonton gih, eh dah turun spertinya hehe
Deletewah tidak ada trealernya ya, jadi penasaran banger seperti apa filmnya.
ReplyDeleteiya mas trailernya tidak saya embed di postingan ini hehe di yutub ada tapi
DeleteBelum sempat nonton. Nunggu tayangan di yutub aja deh heheeh
ReplyDeletepenunggu film yutube ya bang day haha
DeleteSoal warna yang kontras dan berani itu saya setuju sekali, dari MSB pun demikian heehhe bikin seger mata kan ya. Tapi sejak awal saya memang kurang greget kalau Reza yang memerankan bossman, pun BCL memerankan Kerani hahahah maafkan sayaaaa jangan mengutuk sayaaaaa :p
ReplyDeleteLantas, siapa yang tepat?
Berdasarkan hasil membaca MSB dan blog si Kerani (Diana) saya percaya Verdi Solaeman cocok jadi bossman, Marcella Lumowa cocok jadi Kerani :D hahaha. Kabuuurrrr ah.
wah kalau versi bukunya saya no comment pun kak tuteh heheh... karena memang enggak baca. But saya tidak akan mengutukmuuu kak tuteh heheh... ini sudut pandang yang menarik yang menambah informasi dan pendapat di tulisan ini, bukan begitu? Heheh
Deletemakasih sharingnya kakkkk as alwayss.