Mendengar kata ulat, sudah terbayang bagaimana menggelikannya hewan kecil satu ini. Ulat yang paling menggelikan buat saya adalah ulat yang tak berbulu. Lebih bikin ngeri. Tapi yang perlu diwaspadai adalah ulat bulu. Karena kalau kena bulunya, bisa gatal dan menimbulkan bentol dan merah-merah di kulit, bahkan hingga efek panas. Mengatasi gatal karena ulat bulu juga butuh ketenangan dan jangan panik.
![]() |
| gambar hanya pemanis |
Beberapa waktu lalu, saya dan ibu membersihkan halaman belakang rumah yang sudah penuh ditumbuhi rumput liar. Tentu saja tak jarang kami menemukan ulat yang seketika terlihat saat membabat tumbuhan liar.
Kesalahan yang saya lakukan saat seketika merasa gatal akibat ulat bulu.
1. Menggaruknya
Menggaruknya hanya akan membuat kita makin ingin terus melakukannya, dan tanpa menyadari racun gatal tadi menyebar mengikuti tangam kita bergerak. Jadi, stop menggaruknya terlalu keras.
2. Menyentuh Bagian Tubuh yang Lain
Tanpa sadar pula kadang bagian tangan yang sudah menyentuh kulit yang gatal, juga menyentuh bagian lain. Pundak misalnya. Gatal dari bulu ulat tadi berpindah dan punya area baru.
3. Tidak Segera Mengatasi
Awalnya perasaan gatal itu saya kira hanya gatal biasa atau terkena rumput liar, tapi gatal itu makin menjadi. Barulah terasa kalau gatal ini rasanya tidak biasa.
Ketika gatal itu mulai merambah ke tangan kaki bahkan ke badan, barulah tersadar kalau saya harus segera mengambil tindakan. Ini beberapa hal yang saya lakukan segera agar kulit saya lekas pulih dari rasa gatal tersebut:
1. Lekas mandi dan atau bersihkan tubuh dengan sabun.
Bersiaplah kalau mandi, terkena air, badan rasanya kalang kabut. Gatal, panas, dan memerah. Tapi inilah langkah membersihkan tubuh dari racun-racun ulat bulu tadi.
2. Hindari baju yang tadi dipakai karena bulu-bulu ulat bisa saja menempel di kainnya.
Jangan sentuh lagi pakaian yang telah dikenakan tadi.
3. Sebisa mungkin hindari menggaruk. Setelah mandi, kulit akan makin terasa gatal dan keinginan menggaruk makin menjadi.
Ini perasaan paling menyebalkan. Bahkan saya sampai gemetaran mencari minyak oles/minyak tawon untuk meredakan gatal ini.
4. Keringkan tubuh dengan handuk dan beri minyak tawon. Jika tidak ada, bisa gunakan minyak kayu putih.
Minyak tawon bisa meredakan bentol-bentol yang disebabkan ulat bulu tadi. Usapkan secara merata di tubuh yang terasa gatal dan memerah. Jika tidak ada, bisa gunakan minyak kayu putih. Minyak kayu putih juga bisa memberikan efek hangat pada tubuh.
5. Beri bedak tabur atau bedak bayi di bagian tubuh yang gatal dan telah diberi minyak.
Bedak tabur berguna agar bagian kulit yang gatal dan telah digaruk tadi tidak lecet. Selain itu bisa memberikan efek menenangkan seperti bayi sehabis mandi.
6. Siapkan es batu atau air dingin dalam botol.
Gunakan untuk mengompress bagian yang gatal dan panas. Lakukan terus hingga gatal dan panas mereda. Es batu atau air dingin berguna untuk meredakan merah-merah di kulit yang berasal dari pembuluh darah yang melebar. Beberapa saat kemudian, kulit Anda akan mereda perlahan.
Sisa gatal bentol yang disebabkan ulat bulu tersebut bisa bertahan hingga 3 hari di saya, namun hanya gatal biasa. Lama-kelamaan akan menghilang.
Begitulah pengalaman saya mengatasi gatal karena serangan ulat bulu. Tidak nampak tapi menyebabkan gatal luar biasa. Teman-teman ada pengalaman serupa tidak? Mungkin ada cara lain yang bisa meredakan gatal karena ulat? Semoga teman-teman di sana sehat selalu, ya!



4 Comments
kalau denger kata ulat bulu, yang terlintas pertama adalah geli
ReplyDeletedan kalau udah kena kayak begini, bener mba gatelnya nggak nguati, memang kayaknya harus segera mandi biar ga makin merembet ke bagian yang lain
Kalau inget rasanya aduuuuh gupuh dan griduh mbaak hehehe
Deletemantap nih ilmunya
ReplyDeleteNgebayanginnya jadi ngilu wkwkwk
ReplyDelete