Cara Melawan Hoax di Grup WhatsApp

Setiap membaca share berita di grup whatsapp (WA) yang tidak meyakinkan dengan sumber yang tak kredibel pula atau sumber abal-abal, baiknya kita cek dulu kebenarannya. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia juga telah menghimbau untuk memperhatikan setiap sharing berita agar lebih berhati-hati dengan sumber berita yang tidak terdaftar dalam Dewan Pers. Kominfo melawan hoax, mari kita dukung dengan inisiatif pribadi jika ada share atau terusan artikel aneh-aneh di media sosial kita.

Fake news by pexels
Di tengah keruhnya suasana politik menjelang pemilu tahun ini, hoax pun bertebaran. Baik orang awam maupun yang sudah kenal internet pun, bisa jadi termakan berita bohong itu semua. Katanya sih, motif hoax bisa berupa motif politik juga motif ekonomi.

Tetapi, saya tak akan bicara politik. Ini tentang hoax secara umum, ya. Tentu kita sering menemui berita-berita yang mengejutkan yang muncul di grup-grup whatsapp atau aplikasi pesan lainnya. Bisa jadi justru membuat kita takut atau menjadi waspada dengan berita yang tersebar itu.

Mungkin Anda juga pernah mendengar/membaca share artikel ini. Misalnya: berita tentang obat progesterex yang dipakai pemerkosa sebagai anti hamil, berita tentang sinar kosmik dari planet Mars menyerang bumi, hingga penyadapan smartphone oleh Cyber Crime Polri.

Terus terang saja, berita itu antara luar biasa, menakutkan, tetapi juga susah dipercaya bagi saya pribadi. Setiap melihat sebaran berita di grup-grup WA pun sebaiknya kita tak mudah percaya, kecuali jika si pengirim pesan juga menyertakan tautan yang kredibel.

Lantas apa yang bisa kita lakukan? Kita bisa lakukan cara melawan hoax dengan mudah berikut ini:

1. JANGAN PERCAYA DULU, PAHAMI APA MAKSUD PESAN/BERITA TERSEBUT

Jika memang pesan kiriman tersebut sudah tidak diragukan, oke biarkan saja. Pun jika itu ternyata bermaksud hiburan, biarkan saja. Namun jika pesan tersebut adalah berita 'penting' dan serius yang dicopypaste tanpa menyebut sumber berita tautan/abal-abal, kita boleh curiga. Jangan asal tuduh dulu jika berita tersebut kita sudah tahu bohong. Berinisiatiflah untuk cari kebenarannya dulu.

2. CARI DULU DI GOOGLE DENGAN KATA KUNCI MENDEKATI ISI PESAN

Kita bisa ketik di google dengan keyword yang mendekati isi berita. Google akan tahu apa yang kita maksud. Temukan sumber yang valid, dan baca dulu sebelum Anda melakukan langkah lebih jauh. Jangan sampai apa yang Anda kirimkan ini nantinya juga akan jadi hoax.

3. HOAX? KIRIM SUMBER BERITA KLARIFIKASI DARI PORTAL BERITA TERPERCAYA

Dengan mencari sumber referensi yang bisa dipercaya, gunakan itu sebagai bukti bahwa berita tadi adalah bohong. Mungkin kita bisa langsung menegurnya bahwa itu adalah hoax. Namun menurut saya lebih efektif dengan memberikan bukti referensi langsung. Itu akan tepat sasaran atau istilahnya langsung mak jleb.

Cukup menyenangkan dan mudah, bukan? Karena kadang saya suka kesal dengan netizen yang sembarang menyebarkan informasi dan membikin resah. Buat saya, penting melawan hoax, karena akan mengurangi pembodohan untuk orang-orang yang baru membaca berita tersebut dan dipaksa percaya.

Mari budayakan membaca dan mencari tahu. Budanyakan menyaring sebelum men-sharing. Dan yang lebih penting, tidak menyebarkan atau meneruskan berita-berita bohong. Cukup berhenti di kita, ya!

Kalau caramu melawan hoax bagaimana? Yuk, share di sini.

Related Posts

Post a Comment

11 Comments

  1. Cara saya melawan hoax, ya ga percaya gitu aja, googling sana sini hingga dapat info dari sumber yang terpercaya...:)

    ReplyDelete
  2. Saya selalu pake cara nomor 2 mba. Cukup ampuh untuk verifikasi info2 hoax

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayangnya jumlah yang kemakan hoax jauh lebih banyak

      Delete
  3. Budaya membaca dan mengkroscek ini yang masih rendah huehehe. Untungnya saya termasuk yang paling jarang menyebar berita, apa pun, dari WAG. Biasanya cuma membacanya saja. Kecuali pamflet pengumuman penting yang memang sumbernya sangat terpercaya (dari institusi) hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak, kalau berkaitan dengan info penting barulah gercep cari verifikasi, supaya member grup tak tersesatkan

      Delete
  4. Kalau saya di group WA biasanya hanya jadi anggota pasif jadi saya nggak terlalu terpengaruh dengan hoax

    ReplyDelete
    Replies
    1. silent reader ya mas aris? ada temannya kok mas. hehe saya di beberapa grup hanya gelar tikar aja sambil nonton.

      Delete
  5. Kebiasaan orang kita adalah hanya membaca judul saja dan ini di manfaatkan oleh oknum oknum yg tak bertanggung jawab dengan membuat judul bombastis namun isinya minim kebenaran. Kalau saya sih tidak pernah meneruskan berita berita di whatsapp.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, makanya makin ke sini judul makin boombastis aja ya. Clickbait.

      Delete