[BUKU] Inspirasi Cara Mengatur Koleksi Buku di Rumah

by - August 25, 2018

Memiliki koleksi buku sangat menyenangkan. Selain nilai kebermanfaatannya, buku-buku di rumah bisa kita tata sedemikian rupa untuk pelengkap atau bagian dari hiasan dalam rumah. Daripada sekedar ditumpuk setelah selesai dibaca, akan lebih menarik jika diatur sedemikian rupa sehingga tampak estetik.

Saya punya tips untuk teman-teman yang punya banyak buku, tapi masih kurang perhatian dengan koleksinya tersebut. Salah satunya dengan menatanya supaya kita nggak bosan.  Simak cara-caranya berikut:

Atur Sesuai Warna Sampul
Menata dengan menyesuaikan warna sampul adalah favorit saya. Koleksi buku jadi nampak terdegradasi warnanya. Misal dari hitam menuju putih atau ke merah. Antara warna buku dan latar bisa dikondisikan sesuai kemauan kita.

koleksi buku hitam ke merah

Koleksi buku putih

Berdasarkan Penerbit atau Nama Penulis
Bagi yang suka dengan karangan penulis-penulis tertentu dan menjadi kolektor bukunya, kumpulkan saja buku-buku tersebut menjadi satu kelompok dan berurut. Atau bisa dengan mengacu pada nama penerbitnya. Misalnya sederet buku isinya terbitan Gramedia Pustaka Utama (GPU) saja, kemudian deret selanjutnya buku-buku terbitan Bentang Pustaka, dan seterusnya. 

Sesuai Genre Buku
Seperti di perpustakaan atau toko buku. Pengkategorian menurut genre buku juga menarik karena memudahkan untuk mencari buku yang ingin dibaca ulang. Misal kelompok buku fiksi, agama, motivasi, hingga psikologi. 

Bedasarkan Tebal-Tipisnya
Ada yang pernah menerapkan? Saya sendiri sih belum pernah mencoba. Buku-buku yang ditata dengan mengerucut dari yang tebal hingga ke yang tipis atau sebaliknya akan menampakan 'dikriminasi' buku-buku kecil atau tipis, pada akhirnya, semacam kasihan. Hehe

Hard Cover - Soft Cover
Buku-buku dengan hard cover biasanya memiliki kesan tersendiri saat dipandang. Ya, tidak? Karena terlihat lebih eksklusif secara tampilan fisik. Kelompokkan saja buku-buku dengan jenis cover tertentu menjadi satu dan jadikan hiasan elegan. 

Kreasikan Seperti Model di Toko Buku
Kreasi-kreasi di toko buku biasanya unik-unik, ada yang membentuk rumah-rumahan, mengerucut piramid, disusun bertumpuk, atau membentuk putaran sesuai kreasi. Kita bisa loh coba mengaplikasikannya di rumah. 

Balik Semua Buku
Ini cara antimainstream versi saya. Jadi, supaya terlihat vintage, balik semua buku agar judulnya nggak terlihat. Sekali-kali merombak penataan dengan model seperti ini supaya nggak begitu-begitu aja. Nggak enaknya ya kalau mau membaca ulang buku tersebut nggak bisa sekali ambil, kemungkinan.

Penataan terbalik
sayang sekali penerangannya nggak bagus

Jadi, setiap periode waktu atau kalau kita sedang bosan dengan penataan tertentu, boleh lah kita rombak dan tata ulang dengan cara berbeda. Biar nggak mati gaya, huhu. 

Para penumpuk buku di luar sana pastinya banyak yang punya berbagai ide dan cara yang lebih asyik. Ceritakan padaku, mana cara favoritmu? Atau share yuk jika teman-teman punya cara bagaimana dalam mengorganisir koleksi buku supaya makin banyak inspirasi bagi yang sedang membutuhkan ide. 

You May Also Like

24 comments

  1. Keereen ..., kolektor buku sejati nih kak Ajeng 👍
    Ngga cuman sekedar mengkoleksi tapi juga merawat dan menata dengan rapi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wueee dapat first comment dari mas himawan. 👏

      Alhamdulillah ya mas, soalnya kasihan kalau lihat buku sobek, atau ngga tersentuh lama sekali, takut kena rayap. Hehe

      Delete
    2. Laah ..., kok ...,
      komentarku dapat tepuk tangan meriah dari kak Ajeng, yaa 🤔 ?.
      Kaget aku bacanya, kak ... hahaha 😅

      Iya, sayang banget kalo koleksi buku cuma ditaruh dan disimpan asal-asalan.
      Perlu dicontoh nih buat ngatur beberapa bukuku, biar ruangan juga jadi tampil apik dilihat.

      Delete
    3. Iya dong, wajib diapresiasi karena mau meluncur ke postinganku duluan mas himawan. ahaha

      Yups, monggo ditata mas buku-bukunya lumayan supaya bisa wariskan ke anak cucu nanti. Betul tidak?

      Delete
    4. wah cara menyusun bukunya pinter banget ya rapi lagi...siapa sih yang ngajarin, heeeem makin gemes deh dengan gadis imut satu ini.....

      selain rajin nyuci piring, rupanya kutu buku ya...?

      Delete
    5. Iya donk, #pd

      Kok tau banget sih kak admin satu ini kalau aku suka nyuci piring? Hahaha

      Delete
  2. Kalau saya lebih ke tebal dan tipis nya buku. Kalau buku yang tipis ya harus tidur, kalau disusun berdiri, cepat rusak.
    Koleksi buku saya sudah banyak, sampai raknya tidak muat lagi. Akhirnya berserkan dilaci-laci meja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, benar juga itu mas djangkaru. Hahhaha kalau tipis malah roboh ya. Berarti mas djangkaru kudu punya rak baru lagi :p

      Delete
  3. Eeeh iya juga ya, koleksi buku kita klo disusun bener-bener malah bikin cantik lemari/mejanya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Kak Indra. Lumayan buat mempercantik ruangan. Hehe

      Delete
  4. Wahwah aku masih berantakan nih, padahal udah beberapa kali bongkar pasang susunan. Berdasarkan genre, berdasarkan tebal tipis.. tetep aja masih terasa berantakan.

    Akhirnya malah aku jual-jualin, ehehe XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wadaw, nggak papa deh biar penerima(pembeli) bukunya aja yang ngerapihin kak,wahaha

      Delete
  5. Bagus bangat dah. kayaknya punya perpustakaan sendiri ini mah. Aku malah gak punya buku, habis baca biasanya gak tahu kemana lagi kak.

    Ternyata banyak cara nyususnnya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harapannya sih begitu Kak punya perpustakaan. Aamiin. Hehe. Tergeletak begitu saja ya kak.

      Delete
  6. Saya su tra pakai tergelitik lagi ne, sa pakai terpesona. Jangan komentar lagi dengan kata terpesona ya kwkwkw....

    Ini hal yang menarik, dan menurut saya tidak semua orang memikirkan hal ini. Termasuk saya tentunya.

    Saya setuju dengan pengaturan buku berdasarkan Genre Buku karena itu yang saya lakukan. Manfaat yang saya rasakan saat mencari buku tertentu mudah.

    Kemudian berdasarkan tebal tipis juga saya lakukan. ini untuk kategori buku usang yang jika dibutuhkan hanya sesekali. Jadi fokus saya di sini adalah soal rapinya.

    lantas yang terakhir soal BALIK semua buku, mama yo, ngeri-ngeri sedap begitu kwkwk. Mungkin suatu saat saya coba adinda, tapi saya takut membayangkan pusingnya cari buku tertentu kwkwkwk... Salam damai euuu

    Sangat suka, postingan ini sangat bermanfaat dan memberi ide baru bagi saya. Keren!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukurlah kalau sekarang su ganti deng kata tesepona. Wehehe...

      Semoga bermanfaat juga untuk Kaks Guru, tapi manfaat apa ya? Manfaat bikin bingung dengan pengaturan yang tabalik itu ka? Sok sudah... Hehe itu supaya tra bosan saja dan kasih warna yang pas dengan interior Kaks. Terima kasiiih komentar baiknya, Kaks Guru.

      Delete
    2. Hahahaeee, jang bilang ganti lagi sebab tinta print su habis, kertas juga su habis jadi biar terpesona sudah yang tong pakai. sip kwkwk.

      serius bermanfaat adinda, setidaknya mengingatkan saya untuk "membedakan meja kerja dan kapal pecah", heheh... salam hormat intlektual muda..

      Delete
    3. Nah, pakai tepesona saja sudah. Heheh... Syukur kalau bermanfaat e kaka. Baiklah salam hormat untuk kaka guru inspiratif.

      Delete
  7. Dulu waktu masih rajin baca novel, ada beberapa rak untuk narok buku dan novel juga. Sekarang malah udah nggak keurus karena udah lama nggak update beli buku juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi sekarang Mba Nita updatenya kulineran dong pasti. Semangat Mba!

      Delete
  8. Wah, kenapa nggak kepikiran yaa.. hehe...

    Di rumah, saya cuma kelompokkan jadi dua, buku saya dan buku anak saya, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Rifan, saya ketawa masa baca cara pengelompokan bukunya Mas Rifan dan anak. Hahaha

      Delete
  9. Wah selama ini aku tata bukunya bedasarkan tebal-tipisnya dan berdasarkan tinggi juga, ternyata ditata berdasarkan warna juga bagus ya. Ah jadi pengen coba, makasih mbak untuk tipsnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat mencoba ya, Mba Antin. Terima kasih kembali :)

      Delete