Tuesday, August 28, 2018

[BLOG] Punya Blog Lebih dari Satu, Memangnya Perlu?

Banyak blogger yang memiliki blog tak hanya satu, termasuk saya. Selain blog ini, saya juga memiliki blog seputar jalan-jalan. Kalau di blog ini saya banyak menulis tentang buku, film, cerita-cerita renungan, sudut pandang, atau bahkan perjalanan ngeblog (menulis) itu sendiri. Sementara di blog sebelah (traveran), saya fokus di tulisan perjalanan, yah semacam travel diary.

Memangnya nggak bingung mengelola blog lebih dari satu? Yah, bingung-bingung enggak, sih.  Namun lebih banyak tertolongnya karena kalau melihat berbagai macam rubrik (aih, sudah macam majalah saja) dalam satu blog kadang saya galau nggak tahu kenapa, seperti pengen misahin aja gitu. Huhu.

Karena sejak dulu ingin sekali punya blog yang membahas satu topik sebagai personal brand istilah kerennya, tetapi malah nulis segala macam. Sepengetahuan saya dulu saat membaca pengalaman blogger-blogger senior di komunitas blogger, itu untuk blog yang fokus pada satu topik dan memiliki karakter akan memudahkan adanya job review atau permintaan kerja sama lainnya. Tetapi banyak juga yang dalam satu blog membahas macam-macam dan tetap bagus performance blognya.

Blogging journey 3


Tetapi kalau saya ditanya, memangnya punya blog lebih dari satu itu perlu? 

YUP, PERLU.

Dibilang kemaruk mah memang iya. Hahaha. Tetap kembali ke diri kita masing-masing, perlu kalau memang butuh. Nggak perlu, kalau memang satu blog saja sudah cukup mengcover apa yang ingin dituliskan dalam blog. Tapi kalau masih galau antara bikin blog baru atau enggak ya, itu pertanda kamu musti bikin.

Confuse
Biasanya kebingungan itu muncul kalau kita memiliki kesukaan pada lebih dari satu hal, seperti yang saya alami di tulisan Bagaimana Saya Menentukan Tema Blog?

Baca juga : Awal Mula Mengenal Blogging

Make a Move
Kalau pakai platform blogger, coba saja langsung klik "new blog" di dashboard. Toh masih gratis kan sebelum punya domain sendiri.

Nah, setelah itu coba buat tulisan di blog baru kita tersebut. Tetap harus diniati, supaya tulisannya bernyawa. Yup, saya memakai istilah bernyawa untuk tulisan yang anggap saja bermakna setidaknya bagi penulis sendiri.

Karena tulisan yang bernyawa adalah tulisan yang dibuat dengan sepenuh hati. 

Keep Posting
Kalau pun masih ragu atas keputusan yang sudah diambil dalam mengelola blog tambahan tersebut, lanjut posting. Kenapa? Karena lama-kelamaan nanti akan terasa sendiri apakah keputusan mengelola blog baru adalah keinginan sesaat atau justru makin mantap.

Kalau sadar ternyata itu hanya keinginan sesaat, boleh tuh dipindah tulisannya ke blog lama yang masih tetap dikelola. Sayang kan tulisan yang sudah dibikin nggak dipublikasi, kecuali jika ingin disimpan saja.

Kalau mantap, lanjutkan! Welcome to multi niche blogger. Hehe...

Selanjutnya, dengan kita memiliki blog lebih dari satu, otomatis waktu kita terbagi nggak hanya menyiapkan foto atau draft tulisan untuk satu blog, tapi ada anak kedua yang juga butuh perhatian.

Disclaimer: ini bukan tulisan tentang tutorial blog karena saya pun belum cukup ilmu jika harus memaparkan teknis blogging, melainkan sharing tentang perjalanan blogging saya yang masih terus belajar barangkali ada teman-teman yang mengalami kekhawatiran yang sama dalam membangun blog seperti yang pernah saya alami. Terima kasih.

Nah, itulah pengalaman ala Ajeng yang pernah galau harus membikin blog kedua atau tidak. Kalau teman-teman pernah resah soal mengelola blog lebih dari satu nggak? Yuk, tinggalkan cerita singkatmu.

Artikel Terkait

58 comments

Betul mbak ajeng, perlu dan ngebantu bgt, lagian sub domain blogger juga gratis gk perlu sewa domain lg deh

kalau dua-duanya bisa di manage dengan baik, fine fine aja mbak

Saya punya 3 blog semuanya gratisan hehe...

Awalnya saya bikin blog yg bertema "Local Food and Tourism" hanya sekedar untuk melatih kemampuan menulis saya dalam bahasa Inggris dan juga utk materi mengajar krn topiknya kan simpel dan berdasarkan pengalaman pribadi saya jadi anak2 bisa lebih mudah belajar "speaking".

Setelah berjalannya waktu, ada sesuatu yg sayang utk dilupakan begitu saja dan lebih nyaman utk diungkapkan dlm B Indonesia, lalu saya buat blog berikutnya dgn tema "My Endless Stories", inipun nantinya masih seputar wisata dan kuliner.

Dan yg ketiga, saya tidak mau terikat dgn niche tertentu dan hanya ingin fokus menulis, maka saya mulai menulis di Kompasiana.

Karena baru mulai, belum banyak artikel yg saya tulis di dua blog terakhir.
Dan mengelola tiga blog bukan hal yang mudah krn saya masih harus banyak belajar dan bisa membagi waktu agar bisa tetap konsisten posting artikel baru di masing2 blog.

Kalau saya mengamati, bagi blogger yang baru mengenal blog, pastinya ingin memiliki dan membuat blog lebih dari satu. Itu mah sah-sah saja. Dan hal wajar, yang namanya masih semangat-semangatnya. Dan memang harus dicoba biar tahu rasanya.
Tapi dengan seiring bertambahnya waktu dan usia, ya itu nanti akan merasa kelelahan sendiri. Karena harus berbagi waktu, ya ibarat punya pacar lebih dari satu kan bingung bagi jatahnya. Maunya semua diapelain, tapi tenaga sudah letoy dan loyo, finansial sudah tidak mendukung lagi.
Tapi kalau saya menyarankan cukup focus satu blog, dan blog yang lainnya hanya untuk menunjang seo blog utama. Dan blog penunjang itu kalau bisa domain gratisan bawaan blogspot saja. Biar tidak pening memikirkan sewa dan perpanjang domain.
Yang penting blog utama ini, labelnya kita buat lebih luas. Mirip situs berita tenama itulah. semisal nama label tekno, berita, tips kesehatan dan sejenisnya.
Yang jelas, hidup ini bukan soal ngeblog, ada hal yang lebih penting lagi ya itu urusan dunia nyata. Eh sempat saya membuat artikel semisal ini, ada yang tidak terima dan marah-marah.
Aduh kenapa komen saya mirip artikel ya?

Rasanya Mba Oline juga punya beberapa blog deh, tentang parenting, beauty, traveling, kuliner. Jadi ketika ada post kuliner, ya posting di blog kuliner. Jadi mengurusnya pun juga nggak dibikin pusing. Cuma ketika waktu mengurusnya memang masih susah, ya baiknya 1 blog aja.

Kalau buat saya, mengurus blog lebih dari satu ya ibarat mengurus bisnis lebih dari satu (saya nggak setuju kalau disebut ibarat punya pacar lebih dari satu, karena punya blog lebih dari satu itu beda dengan perselingkuhan) Jadi kondisi kita sendiri lah yang menentukan, sanggup atau enggak untuk berbisnis lebih dari satu.

Hampir mirip dengan pendapat mas Djangkaru, kesanggupanku saat ini baru mengelola 1 blog.
Terutama karena saat ini masih kerja ikut orang dengan jam kerja panjang.
Mungkin nantinya kalo udah total freelance, aku pengin punya lebih dari 1 blog seperti kak Ajeng.

Saya pribadi juga memiliki lebih dari satu, malah sempat puluhan sepertinya :D Namun saat ini karena banyak kesibukan di dunia nyata jadi harus di pilah mana yang mau di utamakan, yang jelas aku sendiri menargetkan jangan sampai gak nulis, meskipun satu atau dua kali dalam satu bulan.

Sepertinya baru main kesini atau udah ya, lupa.
Salam kenal , Teh:)

Yaa! Kalau menurut saya punya Blog lebih dari satu selama kita mampu mengurusnya noproblemlah.. Intinya bawa santai saja..😄

Tergelitik dengan sajian istilah Maruk hehhe, ....
Mau blog satu dengan satu tema, mau blog satu dengan beragam tema. Mau blog banyak dengan tema masing-masing. Bagi saya itu pilihan dari setiap individu.

Ada untung ada ruginya.
Satu blog untuknya kita jadi fokus, meminjam istilah mas DJangkur Bumi, "blognya cepat dikenal". Menurut saya kekurangnya ide-ide liar yang lain jadi penghuni isi kepala tanpa narasi. Tetapi kalau banyak blog ide itu tersalurkan. Tenteramlah jiwa. Sebab berhasil mengeluarkan unek-unek yang ada. Kekuranganya. Kita akan habiskan banyak waktu untuk sesuatu yang disebut hobby ngeblog itu.

Intinya adalah kembali ke individu itu.. bukankah seperti itu intlektual muda?

Ya kan mas indra. Langsung cus aja dulu.

Yak tul Kak Fajar. All is fine yang penting ya.

Wow, sharing yang inspiratif mas aris. Tiga blog memang bukan hal yang mudah untuk diisi semua setiap periode waktu, kadang ada yang musti (agak) terabaikan salah satunya.

Mengenai blog mas aris yang berbahasa inggris itu saya suka. Keep posting ya mas aris. Saya suatu hari juga pernah terlintas untuk membikin satu blog lagi untuk melatih bahasa inggris saya. Hehe mungkin nanti akan saya realisasikan.

thankyou and nice sharing mas djangkaru, semoga orang-orang yang kebetulan tersesat di halaman ini membaca komentar pula terutama milik mas djangakru biar menambah masukan untuk dirinya sendiri.

dan point pentingnya pun sebagai pengingat kita semua juga tersampaikan bahwa ada hal-hal yang lebih penting di luar dunia blog yang juga butuh perhatian

gak apaapa mirip artikel, saya suka. hihihi

waw, banyak sekali ya topiknya hingga melahirkan blog sejumlah itu.

nice opinion mba nita. nah ini dia dari pov yang berbeda, yang memandang blog sebagai arena bisnis, maka memang sudah seharusnya bisnis dijalankan bersamaan, dan perlu dimanage dengan baik. terima kasih sumbangsih pendapatnya mba.

pokonya mas himawan selalu kompak nih sama mas djangkaru. hehe. aamiin aamiin saya doakan bisa terwujud keinginannya mas himawan. seakrang tetap fokus dengn tripnya yang asyik asyik itu ya mas himawan biar kerjaan juga lancar.

Sempat puluhan? Waow... *applause :D yup benar kali itu tetap harus posting meski cuma sekali dua dalam satu bulan. Hehe

Salam kenal kembali, Mas Andi. Saya pernah nih baca ulasannya di ngayap tapi belum sempat berkunjung ke blognya. :)

sans saja ya kak satria. hwehehe...

Aih Kaka Guru ini selalu saja tergelitik, tra geli kah? Hahaha...

Yup, Kaka Guru, kembali pada pilihan masing-masing dengan segala konsekuensinya termasuk untung ruginya. Wah ini nanti bisa dibahas dalam artikel berbeda nih untung dan ruginya. :D

hikhikk ae tra ah...

ehmm adinda soal untung rugi memilik banyak blog atau satu blog jika mau dibahas. Saran saya, oii cuma saran ee kwkwk jangan sobab sudah banyak yang bahas. Tapi kalau mau lihat dari sudut pandang yang berbeda monggo intlektual muda.

tapi saran saya begini...
coba bahas karakter manusia, ada to dalam teori psikologi Sigmoun Freud tentang ID, EGO, dan Super Ego. Dari karakter - karakter itu kira-kira rekomendasi blog yang cocok apa. Kemudian di bagian penutup sebagai catatan tambahan baru bahas untung rugi soal banyak blog atau satu blog. Menurut saya itu 'baru' ada unsur ilmiahnya juga, dan saya percaya gaya penulisan adinda Ajeng pasti menarik membahas topik seperti ini,.. Yups sa tunggu ee...

Aii... Iya juga e Kaka Guru. Bisa jadi su banyak yang bahas, tapi waktu kapan hari sa coba search tentang itu sa tra banyak menemukan sih cuma beberapa saja, dan itupun bahas secara umum. Ah mungkin sa belum explore lebih banyak.

Benar Kaka Guru, sa lumayan suka psikologi dan karakter-karakter manusia. Mungkin topik itu bisa dibahas nanti tentu dengan penjelasan yg butuh mini riset dan nggak ngawur ya, waduh. Terima kasiiiiih banyak sarannya, Kaka. Hormat!

Lanjutkan intlektual muda, saya tunggu artikelnya
riset mini mungkin perlu supaya menghasilkan tulisan yang 'berjiwa' walau saya belum bisa menghasilkan tulisan yang demikian namun saya percaya adinda ajeng bisa melakukannya. salam...#menunggu artikelnya.

Oh, gitu, untungnya udah berkunjung ke Diary Mahasiswa ya :)
Karena udah tahu, sering-sering main ya, Teh..he

Saya akui tidak mudah mengelola tiga blog sekaligus, tapi semuanya itu hanyalah ungkapan ekpresi yg harus dituangkan lewat kata2 biar plong...walau kadang ada blog yg terabaikan.

Wow jadi semangat lagi denger mbak Ajeng suka blog saya yg berbahasa Inggris...Thank you.

Saya tgg blognya yg b Inggris mbak..

Setuju dengan mas Himawan, focus satu dulu, kasihan kan jika artikelnya berceceran disana-sini.

Kalau saya mungkin ada 20-an. Maklum kerjanya dulu menerima jasa rapi-rapi tema atau template blog.
Tapi kini saya tinggalkan, mata sudah tidak mendukung lagi. Lelah juga melihat kode-kode HTML, kini lebih focus menulis.
Blog mana pun sepertinya saya punya, dari WP, Medium, Akakobin, kompasiana dan lain-lain.

yang gratisan lebih enak, tidak memikirkan masa sewa domain TLD. Blog saya satunya, domain gratisan, wajahkota dot blogspot dot com. Walau ada iklannya tapi jarang ke urus. tapi Alhamdulillah dolarnya masih naik juga.
Saya ngeblog bukan karena dolar, ya karena hoby dan ingin berbagi. Dan rezeki tidak hanya dari iklan google adsense saja. Artikel placemant, undangan event, jasa rapi blog.
Yang penting jangan terlalau focus ke iklan GA, nanti mudah patah semangat.

Setuju, yang penting bisa dibagi waktu.

Wah ternyata belum seberapa dengan saya. 20 puluh lebih kalau saya mah hehehe.
Tapi blog lain hanya untuk share artikel blog utama. Untuk menunjang SEO. Kalau terlalu banyak blog, kadang kasihan artikelnya berserakan dimana-mana. Ibarat kata ,tidak terbukukan dengan baik.

Kang Salju ini juga punya banyak, dan saya kunjungi itu semua blognya hehe

Terus menulis, sambil belajat apa itu SEO, belajar dikit-dikit tentang kode-kode HTML. Biar bisa rapi-rapi blog. Dan bisa lebih tahu penempatan iklan GA yang baik.
Saya yakin, nanti dolar akan cair tiap bulan.

Hahaha dapat booms comment dari mas Djangkaru nih.

Iya mas djangkaru, kalau yang saya ketahui dari blogger-blogger di komunitas sih begitu. Bukan fokus ke GA, tapi bagaimana mnjadikan blog sebagai wadah kreativitas dan menunjukkan 'apa yg kita mampu', dari situlah orang akan lihat.

Mas Aris: iya dong, sembari belajar reading juga. Hwehhe.. . And how to put a nice comment in your post, mas. Okaay!

mas Djangkaru: iii jumawa nih :P kenapa harus berserakan mas, wah managenya kurang dong berarti. weheheh...

Iya, betul mas.
Kasihan ntar artikel pada terbengkelai 😓

Mas Andi : siap Mas Andi, nanti saya sering sering main untuk mendengar diary digitalmu. Hehe

Mas Djangkaru: wuuhh sampe banyak gitu ya macamnya. Hihi aku mah apa atuh, blogspot aja mas.

Saya belum tau banyak nih blognya Kak Salju... Wahh

Siapp mastahhh... Aamin. Hwhehehe

boleh juga punya blog lebih dari satu, tapi yang jadi masalah apakah kita mampu mengelolanya secara serentak,

berbeda dengan situs situs populer, mereka situs besar umumnya justru adminya lebih dari satu, intinya 1 blog banyak admin

ini terbalik dengan bloger blogger kita, satu admin ngurus banyak blog

Kalau situs-situs besar kan sudah bukan kepentingan personal kan ya mas djang. Ya nanya juga mengakomodir kebutuhan aktualisasi yg setiap otang beda.

Nah kalau pemilik blog ini sih, prioritas kebutuhan berbagi dan kesukaan terhadap membaca dan menulis saja sih. CMIIW 😄

iya Mbak Ajeng benar juga, tetapi bagi saya dari dulu hingga kini, yang banyak menginspirasi saya justru web web papan atas, itu lah yang saya contoh di blog saya

Mbak Ajeng makasih ya atas respon baiknya di jajak pendapat, jawabanya tepat banget, yaitu pada watermaks

Dulu juga aku punya beberapa blog.. Tapi seiring dengan bertambahnya usia dan ketampanan *duile, akhirnya aku memutuskan untuk fokus ke satu blog saja.

Dengan mengelola satu blog, rasa-rasanya lebih mudah untuk fokus merambah tulisan demi tulisan. Kalau mau ngelola dua blog, ya jangan sendiri.. tapi bareng sama kontributor lain, hehehe.

Heheh terima kasih kembali kakakk

Waduh, kira-kira bertambah berapa persen itu kak ketampanannya? Hahay

Kalau untuk kepentingan pribadi sih nggak bareng kontributor lain is still okay sih kak kalau menurutku hehehe

Blognya lebih dari satu gx apa-apa, asalkan terus di Update.

Wah ini nih yang perlu diperhatikan (buat saya pribadi) hehehe

Ya kalau keinginanya kuat pengen buat blog satu lagi ya tinggal bikin kan aja gampang kok


yg susah itu ngerawatnya, ngisi kontennya,

nah satu jangan lupa, kebanyakan blogger yang memiliki blog lebih dari satu, pasti dia fokus di satu blog, yang lain nggak keurus.

Ya Kak Admin, begitulah. Pasti ada minusnya. Kalau nggak jalan, dipikirin terus, malah jadi beban. Nggak baik juga kan buat kesehatan mental.

Saya setuju dengan mempunyai blog sesuai dengan topik yang berbeda. Memang tantangannya ada mengelola secara seimbang, tapi berdasarkan pengalaman, pasti ada aja yanh dianaktirikan blognya 😄😄😄😄😄

Yeay, sependapat Bli! Hihihi. Iya, dengan topik yang berbeda akan nampak sedikit lebih spesi(fik)al. Yah namanya juga risiko, yak Bli. 😅

Saya juga dari awal ngeblog sukanya blog dengan topik tertentu. Makanya punya blog Niche (isinya tetap gado-gado) dan blog yang beneran gado-gado, hehehe.

Hahaha, lucu juga ya Mbak Imah ini. Tak apa lah Mbak pokoknya sepenuh hati.

Dulu saya punya 20an blog. Blog puisi, blog cerpen, blog cerber, blog novel, blog foto, blog traveling, dll blog yang tidak jelas isinya apa hahaha. Akhirnya kembali ke blog saya sekarang yang paling sering saya update meskipun bukan blog ber-niche :D

Wow, banyak sekali, Kak Tuteh. Saya dulu juga suka nulis-nulis puisi dan cerita-crrita pendek begitu, hihi.

Sekarang sudah saya nonaktifkan meskipun masih ada (tidak dihapus) buat nostalgia sama tulisan lama yang amburadul :D

Rasanya hampir semua Blogger memiliki lebih dari satu blog dengan masing-masing tujuan dan fungsi kalau saya sering membuat blog lebih untuk bahan percobaan templete atau niche yang jauh jadi ditulis di blog lainnya. Inspirastif sekali.

Ade baru tulisan tentang ini mana (lihat komen di bawah)

Benar Kaka Guru, sa lumayan suka psikologi dan karakter-karakter manusia. Mungkin topik itu bisa dibahas nanti tentu dengan penjelasan yg butuh mini riset dan nggak ngawur ya, waduh. Terima kasiiiiih banyak sarannya, Kaka. Hormat!

Ade tetap semangat, masa lalu hanya kenangan, masa kini adalah kenyatan, masa depan masih menjadi misteri ilahi, tetap semnagat dalam memberi warna pada setiap kehadiran kita di mana pun.

Berkah dalem (benar ga si de, berkah dalem),

hahaha sa ditagih terus macam berhadapan dengan rentenir eh.. tapi sa suka kalau ditagih soal tulisan begini. iya kaka, karena sesuatu yang kemarin itu jadi sedikit kacau ini. *ah alasan saja jeng *plak

semoga segera terealisasi eh kaka, aamiin... dukung sa dengan cara ketik REG spasi Mantap. itu sudah. peace heheh

Iya ya mas, rasa-rasanya pada agak maruk. hihi. tapi blog mas rizki menambah wawasan loh soal teknik ngeblog dan nginternet. wow


EmoticonEmoticon