Orang Kaya Itu yang Bagaimana?

Pada suatu sore, sepulang kuliah melewati jalanan dengan sisi persawahan, tiba-tiba terlintas suatu hal dalam pikiran saya, apakah saya ini kaya?

Ah, sombong sekali sampai berpikir tentang kekayaan dalam diri saya. Untuk membeli buku setebal 250 halaman saja saya masih berpikir. Penting nggak? Dibaca beneran, nggak? Kenapa harus membeli buku ini? Ya, akhir-akhir ini sebenarnya saya ingin beli buku, tapi masih ada yang harus diprioritaskan.

Lantas, terlintas lagi suatu pertanyaan:

Sebenarnya, orang kaya itu yang bagaimana?

Sebuah Ilusi Kekayaan
(Trick Art Gallery)

Dengan pertanyaan tersebut, yang saya share di media sosial, akhirnya mendapat tanggapan dari empat orang kawan. Aih, dari sebegitu banyaknya teman media sosial, yang respon cuma empat. Ya, ((empat)) oh wow... Tapi, mari kita lihat dulu apa arti kaya menurut KBBI daring.

Kaya adalah mempunyai banyak harta (uang dan sebagainya), mempunyai banyak (mengandung banyak dan sebagainya, berkuasa. 

Berikut adalah kaya versi kawan-kawan saya. 

Orang kaya itu... 

Yang nggak pernah ngelihat tag harga kalau beli-beli, sreg langsung bayar. Aku mah mikir 😣 
Puspa Fitriana, via twitter @PuS_SeunG

Orang yang membeli sesuatu tanpa mikir “saldoku berapa?” Aku banget ini. Dan, orang yang suka memberi atau menyumbang sesuatu, kata orang sih kaya hati.
Yayang Putra, via instagram @putrapratama 

Orang kaya yaaah... orang yang mau apa nggak nunggu pakai lama. Mungkin dengan pribadi nyah nyoh.
Aulia Royyani, via instagram @auliaroyyanielya 

Kaya hati mungkin. Dia orang yang bisa memperlakukan orang lain sesuai kebutuhan orang yang dihadapinya. Orang yang bisa memposisikan dirinya pada saat bersama orang lain.
Galuh Sukmawati, via instagram @sukma.galuh

Jadi, namanya sudut pandang, ya bebas apapun yang ingin disampaikan perihal kaya. Di atas itu adalah kaya material bisa kaya moral bisa. Tetapi, menurut saya sendiri...

Orang kaya itu yang tidak hanya bisa menyimpan harta, tetapi juga ia yang bisa memberi sebanyak-banyaknya untuk orang yang sedang dalam kesedihan. Maka harta yang bisa kita berikan itu tak hanya berwujud uang, tetapi bisa jadi pertolongan yang tak disangka-sangka bagi sang penerima, yang pada akhirnya keberadaan kita adalah sebuah kemanfaatan, menjadi rezeki bagi orang lain terutama keluarga dan saudara yang membutuhkan. Gimana kawan super, udah bisa jadi motipator, belum? Xexexe...

Wueits... Tapi bagaimana menurut orang terkaya di dunia saat ini, Bill Gates. Berikut beberapa kutipan dari Om Bill yang barangkali bisa menjadi inspirasi kita.

Bill Gates via cnbc

If you are born poor it’s not your mistake, but if you die poor it’s your mistake.


Jika engkau terlahir miskin, itu bukan kesalahanmu, tetapi jika engkau mati miskin itu kesalahanmu.

***

The most amazing philanthropists are people who are actually making a significant sacrifice.

Filantropis yang paling menakjubkan adalah orang-orang yang benar-benar membuat pengorbanan yang signifikan.

***
Kutipan terakhir ini bagi saya cukup menarik, apa huhungannya dengan kekayaan? Ah, anggap saja bahwa orang malas (yang punya strategi)  tetap bisa kaya. Ehe... 

I choose a lazy person to do a hard job. Because a lazy person will find an easy way to do it.

Saya memilih orang yang malas untuk melakukan pekerjaan berat. Karena orang malas akan menemukan cara mudah untuk melakukannya.


-------------

Kalau menurut engkau, apa sudut pandangmu mengenai orang kaya? 

Comments

  1. Orang kaya yg sbenernya itu "orang yang ga iri kalau ada org lain yg dpt bantuan materiil dr pemerintah"

    Mobil alphard beli bbm subsidi, rumah tingkat 3 beli gas subsidi, rumah pake AC tp ngurus surat keterangan ga mampu biar dpt BLT, lihat uang rakyat rame2 di korupsi, nawar Rp500 di pasar udh kayak nawar nyawa ...

    Tampilan kaya tp hati n mentalnya miskin.... 😑

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah menyumbang "Sudut Pandang" pada kolom komentar, Sahabatku Siska.

      Aku setuju dengan pendapatmu, dulu sewaktu sekolah rasa-rasanya aku sering menemui siswa yang ngurus surat keterangan tidak mampu, tetapi sebenarnya dia/keluarganya tidak cukup miskin untuk bisa membayar SPP.

      Begitu lah. Kata guruku, mereka golongan pengemis berdasi. Semoga kita termasuk orang kaya, ya. Hehe

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Belanja Krisan di Kebun Bunga Rembangan, Bisa Pilih dan Cabut Sendiri

[Film] AADC 2, Sebuah Pertanyaan Tentang Cinta

Libur Lebaran ke Payangan, Kini Ramai dengan Bukit-bukit Pandang