Jumanji: The Life Survival Game

by - Monday, December 25, 2017

Lama nggak nge-update blog, apalagi soal film. Sebenarnya juga bukan berarti nggak nonton film sama sekali, sih. You know I'm not really busy huh. Dan nggak ada yang nyantol saja di pikiran buat ditulis. Deuh...

Jumanji, Welcome to The Jungle. Bisa jadi film terakhir yang saya tonton di penghujung tahun 2017 ini. (apaan sih, apa-apa dikaitkan sama pergantian tahun) ya kan biar nyambung saja. Ehehe...

Jumanji,  Welcome to The Jungle
gambar dari sini

Awalnya males sih mau nonton pelem di bioskop, cuma karena ada teman dari luar kota yang lagi main ke Jember dan ngajak nonton, ya udah deh kita cus! Bukannya apa, ini dompet kalau dibuka serasa ngumpet semua duit, sementara struk indomart bermunculan. Penghujung tahun yang pedih, jenderal!

Alasan kedua malas nonton pelem ini: belum nonton Jumanji yang film sebelumnya yang keluaran tahun 1995 itu. Saya pikir nyambung gitu kan, jadinya takut nggak relate ntar sama filmnya. Salah satu temen juga nggak mau nonton ini karena alasan tersebut.

Ternyata kami salah!

Ini film bagus banget. Kalau pun saya nggak ngerti bagaimana cerita film Jumanji sebelumnya, tetap menikmati. Mungkin sebenarnya film ini berdiri sendiri-sendiri kali, ya. Saya bahkan tidak mencoba mencari tahu bagaimana cerita film Jumanji yang lalu.

Ada sedikit masalah saat saya nonton. Perut saya mulas (dasar!) dan mata ini cukup ngantuk. Tapi dengan jalan cerita dan aksi yang menarik dalam film, saya jadi nggak ngantuk. Artinya film ini nggak membosankan, kesimpulan saya. Soal perut mah ternyata hanya sesaat, syukurlah. Haha...

Jadi film Jumanji ini bercerita tentang papan permainan yang dapat membawa pemainnya ke dunia permainan sungguhan dalam hutan dan para pemain tersebut menjadi avatar sesuai yang mereka pilih.

Perkembangan dari karakter masing-masing (Spencer, Fridge, Bethany, Martha - sebagai pelajar di dunia nyata) individu nampak dari yang tidak mengenal dan hanya impresi sesaat waktu di dunia nyata, benar-benar menumbuhkan mereka menjadi pribadi yang berbeda pada akhirnya. Jika direfleksikan pada kenyataan kita hidup, memang benar bahwa masalah yang kita hadapi bisa mengubah kita dari yang penakut menjadi pejuang, dari yang tak bisa menjadi bisa, dari yang tak acuh menjadi peduli. Permainan bertahan hidup yang akan menguji kita.

Setelah kita bisa melewati ujian dan serangan yang datang pada kehidupan kita dengan strategi-strategi yang kita coba, kita akan semacam naik level. It's such like game over or go to the next level. 

Selain film ini lucu dan segar, Jumanji ini menyajikan pemandangan yang sungguh epic seakan fantasi saya tentang negeri dongeng yang juga sering muncul di permainan-permainan online tervisualisasi dengan luar biasa. Tidak hanya itu, bahkan saya di akhir-akhir film terbawa suasana dan sempat meneteskan air mata. Haiyah...

Makanya, menurut saya orang-orang yang sudah ngelewatin banyak hal nampak lebih sellow daripada yang lain. Maybe they've learned kind of situations? Who knows 😅

Setelah nonton film ini, saya keluar bioskop dengan keadaan lega dan ngerasa 'what a very good movie!'. Karena film yang saya tonton sebelum Jumanji ini agak membikin lelah dan 'males ah mau nonton pelem lagi'. Tapi, Jumanji was saving me! Wahaha...

Nonton aja, bagus kok filmnya. Selamat berlibur akhir tahun, liburan ngapain aja nih teman-teman?

You May Also Like

1 comments

  1. Belom sempet nih nonton film Jumanji, padahal penasaran pengen liat juga kayaknya seru :)

    Cheers,
    Dee - heydeerahma.com

    ReplyDelete