Kisah Perempuan Buruh Migran di Negeri Orang

by - Monday, August 28, 2017

Saya pernah mengikuti sebuah pelatihan cerpen yang pematerinya adalah Hary Hendrayana Haris atau lebih dikenal dengan Gol A Gong. Saat itu beliau juga membawa buku barunya dengan judul Pasukan Matahari dengan sampul yang bertuliskan nama "Gol A Gong" lebih besar daripada judul bukunya. Beliau menjelaskan (kalau tidak salah) bahwa nama yang sudah cukup terkenal juga akan mempengaruhi promosi dan penjualan.

Beberapa hari yang lalu, saya ke Gramedia dan melihat novel dengan nama pengarang Gol A Gong dan benar, itulah yang membuat saya tertarik ingin membacanya. Seperti novel Pasukan Matahari, saya pikir tulisan Mas Gong ini ringan, mudah saya cerna, dan mengandung pesan yang cukup arif dalam kehidupan sehari-hari. Gelisah Camar Terbang, sebuah novel yang saya pilih bawa pulang.

Gelisah Camar Terbang - Sampul Novel - Gol A Gong

Judul novel ini menurut interpretasi saya pribadi, mencerminkan orang-orang yang merantau ke negeri seberang khususnya para Tenaga Kerja Wanita (TKW), yang di sana mereka diliputi perasaan gelisah, memikirkan segala hal entah perekonomian mereka, keamanan diri masing-masing, keluarga yang ditinggalkannya di kampung halamannya di Indonesia, bahkan kisah cinta yang terjadi di negara tempat mereka terbang.

Singat cerita, novel ini mengisahkan tentang seorang pemuda (Chairul) dari Yogyakarta yang ingin melanjutkan kuliah di Taiwan, yang berlawan dengan harapan Ayahhanda-nya yang menginginkannya kuliah di tanah Eropa. Taiwan justru mempertemukannya dengan para TKW yang sedang menikmati hari libur. Chairul justru jatuh hati pada salah satu TKW di negeri tersebut, Halimah.

Tentang cinta yang hadir tak terduga 
Tentang perjuangan perempuan cantik  
mempertaruhkan hidup sebagai buruh migran
Tentang segala yang membuat kita bertanya:
ke mana hidup akan bermuara?
(sinopsis pada sampul belakang novel) 

Namun kisah cinta antara Chairul dan Halimah terasa dipercepat, menurut hemat saya. Justru kisah-kisah kehidupan TKW yang berjuang sebagai pahlawan devisa negara tersebut yang banyak diulik dalam novel ini. Kisah cinta mereka seakan sebagai benang yang menghubungkan kisah demi kisah yang membikin hati miris.

Buku ini mengaduk-aduk perasaan. Tergambarkan betapa sebagai tenaga kerja dari Indonesia terutama TKW di tanah perantauannya tak sedikit yang mengalami tindak kekerasan, hingga pelecehan demi peningkatan kesejahteraan keluarganya di kampung. Mereka menanggungnya, hidup diikuti dengan ancaman yang sewaktu-waktu bisa menyerang dan menghabisi hidup dan kehormatan mereka. Walau pun buku ini berupa fiksi, setidaknya begitulah gambaran yang mungkin tak kita (sebagai orang yang hidup nyaman di tanah kelahiran) ketahui di luar sana.

Sebuah kutipan di akhir halaman yang menarik dari Mas Gong:

"Aku mencintai kepedihanmu, tapi aku tak bisa memilikimu."

Sepertinya, buku yang saya beli ini merupakan cetakan pertamanya, tahun 2016. Entah kenapa menurut saya sayang sekali, sebab sekelas penerbit Gramedia Pustaka Utama, dalam novel ini cukup banyak kesalahan penulisan baik itu huruf yang kurang maupun huruf yang tertukar, Tidak hanya satu dua tiga, tapi lebih dari itu sampai saya menyadari. Biasanya, saya biasa saja saat membaca novel dengan kesalahan penulisan di dalamnya, tetapi ini kok tidak biasa. Hehehe... Semoga menjadi perbaikan ke depannya.

Data Buku

Judul : Gelisah Camar Terbang
Penulis : Gol A Gong
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2016
Tebal Buku : 232 Halaman
ISBN : 978-602-03-3421-9

You May Also Like

0 comments