Makna Hari Fitri dari Pedagang Es Krim Keliling

by - Sunday, June 25, 2017

Mungkin dari sepersekian orang muslim di dunia ini, ada yang melewatkan hari pertama idul fitri, lebaran, begitu saja. Tak ada kumpul bersama keluarga, tak ada unjung-unjung ke rumah sanak saudara, tak ada opor tak ada ketupat. Bagi tiap orang bisa saja berbeda memaknainya.

Saya, satu dari sepersekian orang yang justru merasakan kesepian di hari-hari menjelang dan saat idulfitri. Entah, merasa kosong, merenungi apa yang terlewati setahun ini. Kadang perasaan saya terasa porak poranda, kadang pula tiba-tiba menangis, berlebihan memang kedengarannya. Hal-hal dari a hingga z saling bertumbuk. Perihal apa? Ah, biar saya endapkan saja sendiri. Mari lanjut...

Pernahkah kita berpikir... Apa makna lebaran yang sesungguhnya, yang paling sesungguhnya?

Tentang merayakan sorak sorai lebaran namun sepi sendiri, mari saya ceritakan sesuatu...

Eskrim campur kacang yang saya beli tadi

Pukul 10.00, hari ini, saya sudah selesai keliling tetangga buat maaf-maafan (semoga maaf beneran). Saya merebahkan diri dulu di kamar. Tak lama kemudian, saya mendengar ada suara es krim keliling. Sepagi ini? Saat itu juga saya berpikir, betapa jiwa besar yang harus menjajakan es krim di hari pertama lebaran. Lha, ya opo keluargane di rumah? -Tetapi, biasanya memang banyak pedagang es krim yang keliling di hari-hari seperti ini. Tapi ini beda, biar saya ceritakan padamu- Kemudian saya langsung ambil uang dan keluar rumah.

Saya panggil dan hampiri penjual es krim tersebut. Air mata saya terasa mau jatuh. Kau tahu kawan? Bapak penjual tersebut mengendarai motor modifikasi. Beliau  tuna daksa, mohon maaf kedua kakinya sudah tak ada. Dengan dibantu motor dan kedua tangannya yang masih sempurna, bapak tersebut melayani pembeli.

Saya tak tahu, apakah beliau tak ada anak istri, apakah beliau tak menunggu tamu di rumah, apakah beliau kesepian. Saya tak mau menguliknya. Yang bisa saya lakukan adalah setelah membeli, saya bersalaman dengan bapak tersebut dan mengucapkan mohon maaf dan selamat hari raya.

Saya ingat dulu saat sedang antre berobat ke dokter, dari ruang tunggu saya melihat penjual es krim keliling dengan kondisi yang sama, tapi dengan mengendarai sepeda kayuh. Ya, sepeda kayuh yang dimodifikasi sehingga yang mengayuh adalah kedua tangannya. Hati saya gemeretak, rasanya saya ingin memeluknya. Saya tidak tahu apakah beliau adalah orang yang sama dengan yang saya temui tadi pagi.

Yang bisa saya hayati, bapak ini mengajarkan kalau hidup harus berlanjut. Di tengah keramaian desa yang penuh orang bersilaturahmi, mungkin bapak ini merasa sepi: dengan es krimnya, bapak ini memaniskan lidah pembelinya. Saya pikir inilah dedikasi pada hari dan hidup yang sejati. Bahwa setiap harinya, kita harus mengejar kemenangan, dengan atau tanpa keterbatasan.

Malam takbiran saya sempat nge-twit "pada hari dan jam-jam seperti ini, kesepian adalah makanan yang sudah biasa kami telan."

Dan kawan saya dengan akun @robyaji nyamber dengan balasan "Hebat mak!! ditengah suasana riuh, hiruk pikuk, gagap gempita, panjenengan bisa nemu intinya yaitu sepi"

Alah By, opo ya sehebat itu? Padahal ya memang cuma ngerasa sepi aja, gitu. Tapi, kok saya jadi berpikir, dalam sekali ya apa yang dikatakannya. Wah, berarti yang hebat itu justru awakmu, By. 

Terus, kamu merasa sepi dan susah, Jeng? Alah, kui ngono ora ono apa-apane (itu begitu tidak ada apa-apanya) ...

Saya beli es krim rasa kacang dan coklat. Saya yang kurang terlalu suka kacang, entah kenapa rasanya menjadi nikmat. Mungkin ini yang namanya berkah Tuhan lewat njenengan, Pak Es Krim. Rejeki untuk saya, dan rejeki buat njenengan.

Selamat hari raya Idulfitri 1438 H, Kawan. Semoga kebahagiaan selalu mengiringi. 

You May Also Like

3 comments

  1. Is not juts ice cream shoap, but penjual bakso keliling, soto keliling, penjual balon bahkan:" so that's why we have to Thanks God and bersyukur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, Mba... Apapun kondisi fisik dan jiwa kita musti disyukuri :)

      Delete
  2. Maaf ya Mbak kalau komennya gak nyambung...
    Saya cuma mau menginformasikan keberadaan web site saya, yang siapa tahu info di web tsb sedang diperlukan oleh anggota keluarga, kerabat, ataupun teman-teman Mbak yang sedang memiliki masalah kesehatan.
    Insya Allah khasiatnya telah dibuktikan ribuan orang & direkomendasikan para dokter. Dan peluang bisnisnyapun telah dimanfaatkan pula oleh berbagai kalangan, termasuk selebritis.
    Silahkan kunjungi saja websitenya. Terima kasih.
    “Kesehatan selalu tampak berharga setelah kita kehilangannya.” -Jonathan Swift-

    ReplyDelete