Beberapa Pesan dari Negeri Kabut

by - Friday, May 12, 2017

"Apakah aku pergi mengembara untuk mencari ilmu? Jangan-jangan sebenarnya aku pergi menyeberangi laut, mendaki gunung, menuruni lembah dari negeri satu ke negeri lain hanya untuk lari dari kenyataan bahwa aku sebenarnya tidaklah terlalu tabah menghadapi penderitaan?" Halaman 8 (Cerpen Negeri Kabut)

Saya rindu dengan perasaan di mana ketika sesaat setelah membaca sebuah cerita pendek menjadi termenung barang dua sampai sepuluh detik, saat di mana saya tersenyum atau begidik meris. Ya, perasaan ini akhirnya saya dapatkan baru seusai membaca "Ada Kupu-kupu Ada Tamu" di buku kumpulan cerpen Negeri Kabut karya Seno Gumira Ajidarma ini. Rentetan ceritanya tidak terlalu rumit, sederhana, dan paling penting bisa saya mengerti maksud imajinasinya dalam interpretasi pribadi.


Negeri Kabut - Seno Gumira Ajidarma

"Bunga-bunga dan kupu-kupu, aku tak tahu kenapa kita sibuk dengan tanda-tanda." Halaman 38 (Cerpen: Ada Kupu-kupu Ada Tamu)

Cerpen "Ada Kupu-kupu Ada Tamu" tersebut serupa cermin kehidupan sehari-hari masyarakat yang kerap mengira-ngira kejadian masa depan dengan tanda-tanda seperti jika ada kupu-kupu masuk rumah akan ada tamu, jika ada dihinggapi belalang akan segera mendapat rejeki, dan sebagainya. Percaya tak percaya pertanda itu kadang jadi nyata. Dan betapa kagetnya saya saat tahu siapa tamu yang datang di cerpen ini.

Cerpen lain dengan tema kupu-kupu lainnya juga tak kalah menarik, "Seorang Wanita dengan Rajah Kupu-kupu di Dadanya". Kalau kau membacanya mungkin juga sama seperti saya yang akan menerka, siapa sebenarnya Kupu-kupu ini?

"Segala sesuatu terjadi tanpa perhitungan baik buruk untung rugi, segala sesuatu terjadi begitu saja tanpa siasat, tanpa gaya, tanpa cita-cita, bahkan barangkali juga tanpa nafsu birahi sama sekali." Halaman 25 (Cerpen: Seorang Wanita dengan Rajah Kupu-kupu di Dadanya)

Sejak awal pembacaan cerita-cerita pendek dalam buku ini, saya diajak benar-benar memacu sejauh mana imajinasi dan daya menerjemahkan apa maksud imajinasi itu. Semacam imajinasi dalam imajinasi, ah, entahlah. Cerpen-cerpen surealisme ini kadang terlalu imajinatif, nonrasional dan membuat saya bertanya "Jadi, ini tadi maksudnya bagaimana?" Kadang saya agak puyeng. hehehe... Lain waktu akan saya coba baca kembali, antara penasaran dan masih kacau konsentrasi saya.


DATA BUKU
Judul : Negeri Kabut
Penulis : Seno Gumira Ajidarma
Awal terbit : 1996 (dicetak kembali Oktober 2016)
Penerbit : Grasindo

You May Also Like

0 comments