Membaca Kopi di Filosofi Kopi, Dee Lestari

by - Wednesday, March 08, 2017

Kopi dan membaca mungkin sering dipadukan untuk jadi aktivitas yang serasi. Pada beberapa orang, kopi bisa membuat tahan tidak tidur. Pada beberapa orang juga, membaca dapat membuat mereka perlahan-lahan tertidur, mengantuk. Kok mereka (kopi dan membaca) sepertinya saling mengisi?

Filosofi Kopi Buku dan Kopi
sumber gambar: getscoop


Tetapi kopi dan membaca tidak hanya sebagai suatu hal yang bersifat substitusi, saya rasa. Mereka menjadi hal yang komplementer, sifatnya saling melengkapi. Ah, makin manis saja mereka. Pagi hari misal, menghirup hirup udara pagi di beranda rumah sembari menyeruput hangatnya kopi dengan bacaan di tangan.

Tetapi, bagaimana jika kita coba menggabungkan keduanya dalam bacaan dan suasana? Membaca kopi.





Filosofi Kopi
Sebuah buku kumpulan cerita yang ditulis oleh Dee (Dewi Lestari). Cerita pertama adalah Filosofi Kopi. Sesuai dengan judulnya, bab ini menceritakan seorang barista bernama Ben yang memiliki sebuah kedai kopi bernama "Filosofi Kopi" berdua dengan sahabatnya. Kedai unik ini selalu menyajikan kopi-kopi berfilosofi dimana filosofi tersebut tertulis dalam sebuah kertas yang diserahkan pada pelanggan kopi setelah mereka meminum kopi pilihannya. Suatu ketika Ben ditantang oleh seorang pengunjung kopi untuk membuatkan kopi yang cocok untuknya karena pengunjung tersebut merasa filosofi-filosofi di kedai kopi ini tidak ada yang cocok untuknya. Ben berusaha keras sampai akhirnya ia dapat membuat sebuah kopi sempurna yang ia namakan "Ben's Perfecto". Namun, kesempurnaan kopi ini terkalahkan dengan nikmatnya kopi yang berasal dari desa, dari sebuah warung kopi.

Ben yang gila akan kesempurnaan Ben's Perfecto, pada akhirnya mendapat filosofi tentang perjalanan Ben dalam dunia kopi itu.“Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan."

Kumpulan cerita dalam buku Filosofi Kopi ini, banyak terdapat kalimat-kalimat yang menarik. Buat saya, Dee pandai sekali membawa pembaca larut dalam kata-kata yang ia susun. Terkadang bahkan yang saya nikmati bukan ceritanya, tetapi kalimatnya yang membuai pikiran. Ide-ide ceritanya pun begitu menarik, bukan cerita-cerita pada umumnya, seakan ia memiliki jalan lain untuk menggambarkan ceritanya. Aduh, bahkan saya sendiri tidak pandai mengungkapkan.

Buku ini asyik untuk teman bersantai maupun minum kopi. Anda juga bisa membaca dengan melompat-lompat, maksud saya melompat dari cerita satu ke cerita lainnya karena tidak saling terhubung. Ringan untuk dibaca di saat menunggu antrean, waktu kosong dalam kelas, sebelum tidur atau kapanpun. 

Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya - Filosofi Kopi

Selamat membaca
Selamat minum kopi
Selamat menikmati membaca kopi di Filosofi Kopi...

You May Also Like

0 comments