Surat Untuk Ruth, Perempuan Senja dan Victorinox

by - Wednesday, February 15, 2017

Ruth,

Satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu sejak lama, bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta, namun ditakdirkan untuk tidak bersama?
Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan. Jika waktunya telah usai dan perpisahan ini harus terjadi, apa yang bisa kita lakukan?
Masihkah ada waktu untuk kita bersama, Ruth?
Jika memang kamu harus pergi,berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk menikmati saat-saat terakhir bersamamu. Meski tidak lama, hanya sebentar, seperti senja yang senantiasa kamu lukis, atau seperti ciuman pertama kita yang ragu-ragu. Berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk memelukmu, karena aku belum mengungkapkan seluruhnya yang ingin kukatakan kepadamu.
Ironis, Ruth. Kamu berkata “Aku sayang kamu” tepat pada saat kamu harus meninggalkanku.

Areno


Sumber: www.bisikanbusuk.com


Novel Surat Untuk Ruth ini buku keenam Bernard Batubara, yang bercerita soal seorang pemuda bernama Areno Adamar yang mengirimkan surat-surat mengenai kisah cinta yang dialaminya dengan gadis bernama Ruthefia Milana. Novel ini merupakan kepanjangan cerita dari cerita pendek dari Milana di buku Bernard Batubara yang sebelumnya. Surat-surat itu dikirimkannya kepada Ruth itu sendiri. Areno mengirim surat-surat itu untuk mengenang kisahnya bersama Ruth karena Ruth akan segera meninggalkannya untuk suatu alasan. Di hari-hari terakhir mereka bersama, Ruth mengucapkan sayang kepada Areno yang memang sejak awal sudah jatuh cinta pada Ruth. Sayangnya, saat itu perasaan Areno antara harus bahagia karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan ataukah harus bersedih karena gadis yang disayanginya itu harus pergi meninggalkannya.

Saya sendiri pernah memiliki pengalaman pribadi tentang menulis surat untuk seseorang yang tidak lagi hadir dalam keseharian saya. Namun, tulisan saya tersebut tidak saya kirimkan/sampaikan pada orang tersebut, hanya saya tulis di sebuah buku dan saya simpan saja. Hal itu tentang pembicaraan-pembicaraan yang pernah kami lakukan. Jadi, ketika membaca novel ini, ada perasaan sedikit kesamaan dengan yang saya alami.

Oke, kembali mengenai Surat Untuk Ruth. Saya sangat menyukai novel ini. Pertama, pengarang novel ini adalah penulis favorit saya. Saya jatuh cinta sejak pertama membaca bukunya. Tulisannya menurut saya berbeda, entah dari segi apanya, namun yaang benar-benar saya kagum dari Bernard Batubara adalah bisa membuat saya tersenyum lebar atau mengerucutkan bibir pertanda miris atau serasa bangun dari mimpi yang ceritanya tak disangka. Kedua, saya cukup tertarik dengan sinopsis di sampul belakang novel ini, kata-kata yang sederhana tapi puitis dan pas. Ketiga, sebagai penggemar novel saya merasa harus memiliki buku ini.

Novel ini dikemas dengan cantik di mana isi dan sampulnya cocok. Cerita di dalamnya dikisahkan dengan apik secara keseluruhan. Saya benar-benar suka bagaimana cara Bernard Batubara bercerita melalui nove ini. Namun yang saya bingungkan adalah bagaimana Areno menuliskan surat untuk Ruth ketika tubuhnya sudah tidak memungkinkan untuk menulis? Saya tidak akan menceritakan apa maksud Areno tidak memungkinkan untuk menulis surat, lebih menarik jika anda membacanya langsung.

Ruth dalam buku ini dikisahkan sebagai perempuan victorinox, seperti pisau swiss Army, begitu Areno menyebutnya. Dan sebutan itu masih melekat dan keren dalam benak saya. Perempuan senja, seperti cerita salah satu buku cepen Bara yang berjudul Milana, ada keterkaitan cerita dalam buku ini.

Buku ini bagus untukmu yang menyukai cerita cinta yang dikemas dengan elegan, bukan sekedar cinta anak muda yang berlebihan. Tentunya, bahasa yang digunakan juga bukan bahasa gaul ala remaja. Dan ketika membacanya, seakan-akan saya adalah Ruthefia Milana.


Judul Buku        : Surat Untuk Ruth
Pengarang         : Bernard Batubara
Penerbit            : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Halaman  : 168 Halaman

Tahun Terbit     : April 2014

---------------------------
Tulisan ini dipublikasikan pertama pada 27 April 2014 di blog pertama saya. Saya memindahkan ke mari untuk mengelompokkan saja catatan pembacaan yang pernah saya tulis. 

You May Also Like

0 comments