Tuesday, January 24, 2017

Jadilah Kuat, Itu Cukup

Pernah ada seseorang yang berkata pada saya, "Hidup itu tak seindah yang dibayangkan, dan tak semenakutkan yang dibayangkan."



Sebagus apa pun kutipan motivasi yang mampu menguatkannya, manusia tetap akan merasa ada di titik terendah saat ia dalam masa kesulitan. Jadi, bagi saya tak ada sesuatu yang benar-benar mampu menguatkan, kecuali diri kita sendiri.

Diri kita sendiri adalah pusat pengendali segala emosi. Saat kita kehilangan, diri kita bertindak untuk ikhlas atau justru tak rela. Saat kita menemui jalan buntu, kita sendiri yang mampu membangkitkan semangat, walaupun semangat itu dari sahabat atau orang terdekat kita, tetap energi berupa kemauan bangkit ada dalam diri kita sendiri.

Sebuah kutipan saya sendiri, tapi bisa dibilang ini spesifik soal cinta:

Jangan ragu meninggalkanku. aku lebih dari baik-baik saja.

Yah, jadilah kuat. Itu cukup.
----------


Tulisan ini merupakan tulisan Day 7 dari 10 Days of Writing Challenge oleh @kampusfiksi #10DaysKF [Tulislah tulisan yang dapat membuatmu merasa kuat.]

Artikel Terkait

4 comments

setuju jadi kuat itu cukup dan kekuatan sejati ada pada diri, namun adinda jangan dilupakan siapa sumber kekuatan kita (disesuaikan dengan keyakinan masing-masing).

yang tahu diri kita adalah kita, patah satu tumbuh seribu, jika jatuh bangkit dan bergerak. seribu kali jatuh dua ribu kali bangit itulah hakekat manusia kuat...

salut adinda, kekuatan sejati adalah diri sendiri.

Pengalaman yang sama saya rasakan saat menjadi seorang perantau dan seorang suami. Mau menangis ke siapa?. mau mengeluh untuk apa? jiwa laki ditakdirkan untuk petarung. jika seorang wanita seperti petarung (bertarung dengan hidup) itulah calon istri yang hebat. kudoakan Adinda mendapatkan bahu ternayaman untuk bersandar.. salam

Kaka Guru, ini komentar terlewat, jadi baru saya balas. Maafkan.

Teladan sekali Kaka Guru ini. Saya jadi ingat kata-kata Mbah Sudjiwo Tedjo, tentang kenapa perempuan menangis? Agar ia bersandar pada bahu lelaki, dan lelaki lupa akan tangisnya sendiri. Mungkin itu yang tepat untuk menggambarkan Kaka Guruku ini.

Aamiin... Doa yang selalu kuamini Kaka Guru, dangke selalu.

Trapapa adinda, ado bilang teladan ne yang sapu kepala jadi besar kwkwk. trada adik, saya cuma sedikit belajar jadi "imam" yang baik saja. doakan saja semoga cinta yang mempertemukan kami cinta sejati juga yang mengikat kami...

kudoakan juga adinda sukses dalam gita dan cita.. damai selalu

Doa yang baik yang untuk insan baik seperti Kaka ini. Terbaek lah. Hehe...trapapa besar kepala besok juga kempes lagi kaka.


EmoticonEmoticon