[Film] MOANA of Motunui – Strong is the Coolest Beauty

by - Saturday, December 10, 2016

Saya tidak tahu berapa lembar tissue yang saya habiskan saat menonton film Disney ini. Sepanjang film saya terbawa suasana, saya terlalu meng-aku-kan diri sebagai tokoh, menempatkan jalan hidup saya yang cukup relate dengan cerita di dalamnya. Iya, saya menangis sepanjang film. Saya rasa, ini adalah film yang mampu membuat saya mengeluarkan air mata paling banyak.

Tidak, ini bukan film menyedihkan, bukan film melankolis cengeng yang penuh adegan air mata. Namun justru sesak dibawanya saat saya menontonnya.

Moana and Maui

Saya memutuskan menonton film ini dan sudah sedia tissue, bukan karena saya tahu kalau saya akan menangis dengan jalan ceritanya nanti, tetapi sebenarnya saya sedang memikirkan sesuatu yang cukup menganggu pikiran saya. Saya tidak bisa bercerita tentang apa jelasnya karena saya tahu tak penting tentu bagimu, kawan. Hehe...

Saya seperti orang frustasi. Datang ke bioskop, memesan tiket, duduk menunggu jam tayang, sesekali tanpa sadar air mata tetap jatuh dan mengusapnya. Agak menjijikan mungkin, tapi hati tidak bisa berpura-pura. Wait, kenapa tulisan ini malah jadi curhat, ya.

Layar dimulai dengan animasi tentang seorang karyawan kantor yang bosan dengan rutinitasnya. Ia memikirkan liburan, santai, dan hal lain di luar kerjanya, tetapi teringat dengan kewajibannya sebagai pekerja. Rutinitas, rutinitas, dan rutinitas yang terus ia lihat saat di kantor. Semua orang melakukan hal yang sama. Dan itu sangat tidak menarik baginya dan ingin keluar dari semua itu. Ah, saya mengangguk, sesak.

Saya pikir itu tadi bagian film, tapi bukan. Moana barulah dimulai. Biru, hijau, dan coklat menjadi kesatuan bagus dalam gambar film Moana ini. Biru untuk dominasi laut, hijau untuk pepohonan dan pulau, dan coklat untuk eksotisme kulit Moana.

Moana of Motunui, seorang gadis, putri kepala suku yang berambisi kuat ingin melampaui karang yang terbentang di seberang lautan demi meraih kembali jantung Te Fiti, dewi pulau. Keadaan desanya yang tak lagi berproduksi bagus akan bahan pangannya, membuat Moana sebagai putri kepala suku, ingin mencari jalan keluar untuk penduduknya. Tetapi, sejak kecil Moana yang menyukai lautan, tak diperbolehkan ke laut apalagi berlayar oleh ayahnya. Dengan bantuan dan dukungan neneknya, ia berlayar sendiri untuk mencari tahu apa di balik karang sana, yang pada akhirnya ia ditemani oleh manusia setengah dewa bernama Maui. Maui-lah yang mencuri jantung Te Fiti dan menghilangkannya saat melawan Te Ka, monster lava. Perjalanan mencari jantung Te Fiti ini akan menguji kekuatan bertahan Moana di tengah laut.

Terkadang kita menyukai sebuah film karena film tersebut relate dengan kita. Itulah yang saya rasakan tentang Moana. Seorang gadis yang sangat diproteksi sekali oleh ayahnya, namun si anak kukuh sekali dengan keinginannya. Ah, kalau film menyangkut soal Ayah, saya tak bisa menahan haru.

“Ada lebih banyak hal di balik batu karang.”

Anggaplah batu karang ini sebagai suatu tempat yang jauh. Jika kita tidak bergerak, kita tak akan sampai padanya. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi jika kita mau melewati batu karang sebagai batas tersebut. Berani melampaui batas. Bisa jadi ada hal istimewa di baliknya. Tetapi, kadang dalam hidup ini yang jadi masalah adalah, kita berani, tetapi keluarga kita tidak yakin kita berani, atau tidak yakin kita berhasil melewati itu, sehingga yang ada justru kita dikurung supaya aman dari badai. Apakah kita bisa berkembang?

Sedikit-sedikit saya setuju dan mata makin membasah dengan cerita demi cerita di Moana ini. Tetapi entah kenapa, saya merasa mendapat motivasi dan kekuatan saat menikmati filmnya.

Moana 

Moana, seorang gadis dengan kekuatan dan tekatnya berlayar ke laut demi melampaui karang adalah kecantikan yang kuat. Moana tidak berhidung mancung atau berkulit putih dan berbadan kurus langsing seperti barbie. Inilah kecantikan yang mungkin tak banyak orang sadari. Mengingat era ini banyak sekali perempuan yang berlomba memutihkan kulit, melangsingkan badan, lihat saja olshop IG produk-produk itu yang biasanya bertebaran di kolom komentar akun seleb. Hihi...

Ini film cocok sekali untukmu yang ingin melampui diri. Yang sedang berusaha meraih mimpi. Banyak hal keren di film ini. Saya suka. Suka sekali. Tak jarang saya merinding dan terkagum untuk scene di tengah-tengah laut dengan keberanian Moana ini.

Ya, Moana cantik dengan keberaniannya. Menurutmu bagaimana?

You May Also Like

2 comments