[Film] Warkop DKI Reborn, Komedi Kini dengan Efek Nostalgia

by - Sunday, September 18, 2016


Setelah nggak sabar menunggu film ini tayang, kesabaran musti diperpanjang karena ramai sekali saat serentak tayang di 8 September lalu. Saking ramainya, sampai sehari tayang 6 kali di studio 1 ditambah satu kali tayang di studio 2 Bioskop NSC Jember. Saya saja baru menonton setelah seminggu tayang. Hwehe...

warkop DKI reborn


Abimana, yang sangat berkesan bagi saya saat menonton trailernya. Mirip (Alm) Dono, ampun, dari bicaranya hingga manipulasi penampilan yang pas sekali. Vino G. Bastian, wajahnya lumayan mirip dan logatnya menirukan (Alm) Kasino dapet banget, sih. Sementara Indro Warkop diperankan Tora Sudiro dengan aksen Batak-nya. Jujur saja saya sempat meneteskan air mata saat pertama nonton trailernya, melihat ketiga orang ini, sebagai warkop reborn. Entah kenapa saya suka berkaca-kaca saat melihat sesuatu yang membuat saya kagum, semacam tidak mampu berkata-kata.

Karena nggak segera nonton, saya pun iseng membuka Behind the Scene hingga acara TV yang menayangkan seputar Warkop DKI Reborn ini di Youtube. Mengikuti satu demi satu video, dan meneteskan air mata lagi saat tahu bahwa Indro Warkop menceritakan kadang menangis di tengah syuting saat melihat Abimana, Vino, dan Tora memerankan Warkop DKI. Ah, bayangkan saja pasti itu sangat mengingatkan kenangan masa silam beliau. Dan Indro Warkop juga menceritakan saat pemilihan pemeran (Alm.) Dono, lalu yang didapatkan adalah Abimana, awalnya tak yakin, lalu saat Abi berperan, Pakde Indro berdiri memberikan tepuk tangannya. Nah, kan, Abimana di sini benar-benar menjadi surprise rasanya.

Memasuki studio di minggu berikutnya, ternyata masih ramai penonton, masih penuh. Tak heran kalau film ini mampu melampaui film dengan penonton terbanyak sepanjang masa, Laskar Pelangi. Mungkin memang banyak penggemar Warkop DKI yang menanti bagaimana Reborn-nya film ini, apakah mampu membawa mereka ke efek nostalgia dengan komedi-komedi khas warkop dipadu dengan satir serta komedi yang relevan dengan masa kini.

Judul film ini Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part I. Jangkrik Boss ini karena ancaman DKI kepada si boss yang tertangkap basah sedang main wanita dan membuatnya sebagai senjata untuk memeras si Boss dengan mengatakan “Jangkrik Boss.” Kalau di bahasa Jawa, sih, “Jangkrik” bisa jadi umpatan, yah segala jenis hewan di kebun binatang bisa jadi umpatan kalau dalam bahasa Jawa. Sementara part II film ini saya belum tahu akan tayang kapan. Sebuah teknik yang menguntungkan, saya pikir, seperti film Comic 8 Casino Kings yang terbagi menjadi dua yang sama-sama disutradarai oleh Anggy Umbara. Karena bagi yang sudah menonton Part I, akan menonton bagian selanjutnya jika mereka penasaran dengan kelanjutannya.

Saat menonton film komedi Warkop DKI Reborn ini, saya pikir kita perlu sedikit meninggalkan nalar dan hal-hal yang masuk akal, karena akan banyak menemui adegan yang tak logis yang saya pikir memang bertujuan untuk komedi. Jika kita memikirkannya terlalu serius dan menganggap “Ah, mengada-ada sekali film ini,” malah nggak enjoy lhoh, biarkan rileks saja menontonnya. Senyata-nyatanya film, biasanya jika saya menonton dengan teman yang serius, hal yang sebenarnya bisa ditertawakan malah jadi sebuah kesalahan film baginya, itu kadang membuat saya jadi sedikit terdistraksi jika harus menanggapi pernyataan dan pertanyaannya. Seperti dalam hidup, kadang tak perlu terlalu serius, apa yang menghibur biarlah menghibur tanpa meributkan alasan kenapa bisa begini kenapa bisa begitu.

Anyway, semoga film-film Indonesia terus maju dan makin mendapat respon positif, ya.

You May Also Like

2 comments

  1. Aku nonton pas premiernya, dibayarin pula, hehehe. Ya emang film ini banyak nostalgianya sih ya.. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuaaaa asyik banget donk, kak
      Saya belum pernah nih nonton pas premier hihihi...

      Delete