[Film] Alice Through The Looking Glass, Dongeng pun Tak Bisa Mengubah Waktu

by - Wednesday, August 24, 2016


“Untuk melakukan sesuatu yang mustahil, kita harus percaya itu tidak mustahil” Kapten Alice dengan kuatnya memimpin pelayaran di tengah ombak dan badai yang membuat kapalnya hampir hilang kendali.




Alice Through The Looking Glass via movies.disney.co.uk

Terima kasih untuk sahabat saya, Aisya karena telah membawa saya mengingat diri saya yang menyukai dongeng dan hal-hal ajaib di dalamnya, dengan mengajak saya menonton sekuel Alice in Wonderland: Alice Through The Looking Glass. Telah lama tanpa sadar saya melupakan hal itu. Ya, tentang dongeng, segala bentuk cerita, keajaiban, dan imajinasi tak terbatas. Saya harus kembali menghidupkan ruh itu dalam diri saya. Ah, apakah saya terdengar hiperbola? Sudah lah, mungkin makhluk pemimpi dan pengkhayal memang tercipta seperti ini.

Ah iya, sebenarnya hampir saja kami tak bisa menonton film ini. Jadi, kemarin begini ceritanya saat saya antre di kasir. 

Saya : “Mbak, Alice yang jam sekarang.”

Mbak Kasir : “Berapa, Mbak?”

Saya : “Tiga, Mbak.”

Mbak Kasir: *menelepon rekannya* “Ini ada yang mau nonton Alice, 3 orang, gimana? Jadi diputar, nggak? Panggilin juga dua cowok yang tadi mau nonton Alice itu, ya.” 

Ah, ya ampun, ternyata hampir tidak akan diputar karena hampir tak ada penonton. Syukurlah kami bertiga. Hehehe... Dan akhirnya kita dapat tiket.

Tentang Alice Through Looking Glass

Film ini mengisahkan tentang Alice in Wonderland seperti film sebelumnya, dengan premis seorang gadis, Alice berusaha mengembalikan keluarga Mad Hatter, seorang pembuat topi di Underland, kawan Alice, yang meninggal di masa lalu dan menyebabkan Hatter berubah diam, marah, dan tak percaya pada siapapun karena menganggapnya telah gila, hanya Alice yang bisa ia percaya.

Alice masuk ke Underland melalui kaca ajaib dan bertemu kawan-kawannya di sana. Karena keinginannya menolong Hatter, Alice menembus dimensi lain lagi dan bertemu dengan Tik Tok, sebuah waktu. Ia yang memiliki Cronosphere, benda yang bisa mengantar siapapun menuju lorong waktu. Sejak awal Alice telah diperingatkan, “Kamu tidak bisa mengubah masa lalu, tapi kamu bisa memperbaikinya.” Namun Alice tetap kukuh ingin mencegah kematian keluarga Hatter, yang ternyata masih berkaitan dengan Mirana dan Iracebeth. Mirana dan Iracebeth adalah putri kerajaan di Underland namun keduanya tidak dapat akur karena suatu kejadian masa kecil mereka.

Akankah Alice mampu memecahkan masalah Hatter dan kembali ke dunia nyata dengan selamat?

Disutradarai oleh James Bobin dan ditulis oleh Linda Woolverton. Dengan diperankan Jhonny Depp (Mad Hatter), Mia Masikowska (Alice), Anne Hathaway (Mirana/ White Queen), dan Helena Bonham (Iracebeth).

Pesan-pesan yang bisa diambil dari film ini:

Satu: “Kamu tidak bisa mengubah masa lalu, tapi kamu bisa memperbaikinya.” Bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga dalam kehidupan. Sesuatu yang telah terjadi di masa lalu tidak akan mampu kita ubah, sekalipun ada lorong waktu yang mampu membawa kita ke sana. Kita hanya mampu menyaksikan, tetapi sejarah tidak akan mampu kita ubah.

Dua: Sejahat apapun seseorang, akan selalu ada alasan di balik sikap buruknya. Iracebeth, seorang putri berambut merah yang terusir dari kerajaan karena sikap tidak sopannya, kasar, dan selalu ingin menang dari saudaranya, Mirana. Ia selalu beranggapan tak ada yang mencintainya. Ia menjadi sosok menjengkelkan, menyebalkan, dan buruk rupa. Bisa jadi dalam kehidupan sehari-hari, sikap seperti itu terjadi karena kedendaman akan suatu hal, ada rasa menyakitkan yang ia simpan, rasa membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang kurang.

Tiga: Apapun bisa terjadi jika percaya. Film ini adalah dongeng yang mana kita tahu, dongeng selalu menyimpan keajaiban-keajaiban tentang sebuah harapan jika kita berani memperjuangkan.


Saya malah banyak meneteskan air mata menonton film ini. Entah karena saya yang sedang dalam kondisi gampang tersentuh atau baper, entah memang filmnya. Dan saya takjub sekali dengan animasi detil sedemikian rupa, penggambaran negeri dongeng yang luar biasa dari kacamata saya sendiri. Ah, apa saya bisa menciptakan penggambaran seindah, serinci, dan senyambung itu. Meskipun hanya sebuah dongeng, bagi saya tetap saja itu hal yang rumit. Bagaimana menggambarkan waktu dalam jelmaan manusia di negeri dongeng sana.

Begitulah. Waktu, yang bisa kita lakukan adalah belajar darinya. Bahkan dongeng pun tak mampu mengubah waktu yang sudah berlalu. 

Jadi, apa kamu masih ingin kembali ke masa lalu?

You May Also Like

4 comments

  1. jadi pingin nonton filmnya mbak hehe baru tau film ini ada yang barunya, mungkin waktu saya lagi di seberang jadi gtw ada film ini hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh tapi di kotaku baru tayang minggu kemarin kok.. Hehe
      Bagus mas...

      Delete
  2. Saya sdh nonton filmnya... bagus banget... jonny deep keren

    ReplyDelete