Libur Lebaran ke Payangan, Kini Ramai dengan Bukit-bukit Pandang

by - Saturday, July 09, 2016

Industri pariwisata akan populer dan meningkat jika diiringi dengan pengelolaan dan perbaikan fasilitas. Tempat wisata yang sedang populer di Jember, Jawa Timur, saat ini salah satunya adalah pantai. Jember memang berbatasan langsung dengan pantai mulai dari timur yakni Bandealit, Payangan, Watu Ulo, Pasir Putih Malikan (Papuma), Puger hingga Paseban.

Salah satu pantai sasaran masyarakat yang murah meriah adalah Pantai Payangan. Pantai Payangan berlokasi di wilayah Dusun Payanan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu. Jalannya aman, tak perlu melewati hutan atau jalanan yang naik turun curam, juga tidaklah sepi karena dekat sekali dengan rumah penduduk.


Untuk masuk menikmati Pantai Payangan ini tidak dikenakan biaya. Hanya perlu mengeluarkan ongkos parkir Rp5.000,- untuk satu motor. Suasana yang paling pas untuk memandangi pendar cahaya matahari di pantai ini adalah saat senja. Selain ombaknya bagus, di sana juga terdapat batu karang untuk duduk menikmati hangatnya sore.





Idulfitri hari keempat, saya tak ada rencana kemari, namun karena tengah suntuk dan kesepian di rumah, makanya saya teruskan mengendarai motor hingga ke pantai. Saya pikir, saya ingin mencari kedamaian sejenak, tetapi sepertinya jalan menuju pantai ramai sekali dengan orang-orang, pastilah pantai ramai. Karena sudah terlanjur, maka saya teruskan dan sampailah di pantai. Ternyata benar, banyak halaman rumah penduduk yang jadi area parkir dadakan. Lebaran dan liburan membawa berkah.


Ramai sekali saat lebaran seperti ini. Bahkan warung-warung pinggir pantai pun jadi sarana berteduh para orang tua yang sedang menunggu anaknya yang bermain dan mandi di pantai. Entahlah, ironi sekali, di batu karang padahal terpampang baliho/baner bertuliskan "Berenang, Nyawa Melayang" dari polres Jember. Di hari-hari biasa saya juga sering kemari, tapi sepi, damai dan bisa mendengar suara ombak dengan jernih. 



Baru-baru ini yang populer juga adalah Teluk Love, berupa garis bibir pantai yang mirip bentuk hati jika dilihat dari atas bukit paling selatan dari Pantai Payangan ini. Tetapi entah kenapa saya merasa kurang sreg dengan sebutan "Teluk Love", campuran bahasanya. Kenapa tidak Teluk Hati saja begitu? Lebih damai di telinga. Ah, siapa lah saya. Hihihi...

Dulu sebelum ramai seperti tahun-tahun terakhir ini, pengunjung tidak bisa dengan mudah untuk menaiki bukit dan menikmati angin segar sembari memandang birunya laut. Nampaknya pembangunan wisata di sini sudah meningkat. Ada tangga yang dilapisi dengan semen kasar untuk naik ke bukit tanpa takut terpeleset. Juga ada pembatasnya berupa bambu untuk berpegangan. Selain itu, di tengah hingga bukit bagian atas juga tersedia tempat duduk dan berteduh. Tersedia pula tempat sampah di atas bukit. Semoga pengunjung patuh dan membuang sampah pada tempat yang disediakan. Ah iya, sebaiknya membawa jaket jika ingin naik, di atas anginnya cukup kencang, agak dingin. Bukit Samboja ini buka dari jam 05.00 pagi hingga jam 06.00 sore dan untuk masuk ke atas membayar Rp5000,-.



Di Pantai Payangan bagian selatan, sebelum Teluk Love, terdapat perahu-perahu nelayan. Jika ingin naik perahu, murah saja, cukup Rp5000,- per orang dan sudah bisa mengitari laut yang menjorok ke timur dan sudah menyerupai sungai itu. Sayang sekali saya tak sempat naik ke bukit yang paling selatan itu, maaf saya lupa namanya, karena waktu sudah semakin sore. Semoga kapan-kapan bisa naik dan melihat laut dan teluk yang membentuk hati itu dengan mata saya sendiri.

Adakah yang ingin berbagi info yang berkaitan demi kelengkapan tulisan ini? Silakan tulis di kolom komentar. 

You May Also Like

0 comments