Belanja Krisan di Kebun Bunga Rembangan, Bisa Pilih dan Cabut Sendiri

by - Sunday, June 05, 2016

Kalau kita ditanya soal kenapa ingin jalan-jalan, kira-kira jawabannya apa? Mungkin akan jawab untuk refreshing, melepas penat, menjelajah tempat yang belum pernah dikunjungi, atau menikmati pemandangan yang indah-indah. Tapi lain dengan sahabat saya yang satu ini, Rona, alasan dia mengajak saya jalan-jalan adalah "stok DP menipis."

Whats?!



Iya, jadi dia spesifik bilang kalau persediaan foto untuk Display Picture -untuk foto profil BBM- sudah menipis, jadi dia butuh foto-foto lagi. Oh, my... Hahaha. Beginilah namanya hidup di era genggaman digital.

Awalnya dia mengajak ke pantai, saya pikir ah sudah terlalu siang untuk ke pantai. Jadi saya mengusulkan ke Rembangan. Rembangan ini sebuah kawasan dataran tinggi di Kabupaten Jember bagian utara, tempat wisata yang di dalamnya terdapat kolam renang, resto, hotel, taman bermain, dan yang menarik adalah bisa memandang Jember dari puncak Rembangan ini. Kalau malam hari, indah sekali, nampak kerlap-kerlip lampu kota dari sana. Untuk masuk ke Puncak Rembangan ini dikenakan biaya 8rb rupiah (saat tulisan ini dibuat) per-orang ditambah biaya parkir motor atau mobil.

Tetapi tujuan kami bukan ke wisata Rembangan-nya. Kami ke kebun bunga, tepat sebelum masuk wisata Rembangan. Kebun bunga ini dikelola oleh Politeknik Negeri Jember. Sebelum ini, saya pun pernah masuk ke kebun bunga di sini namun belum pernah membeli bunga, hanya sekedar melihat.

Akhirnya kesampaian juga saya membeli bunga di sini. Bunga-bunga di kebun ini harganya Rp 1500,- pertangkai atau pertanaman untuk bunga krisan. Yang menyenangkan, kita bisa pilih dan cabut sendiri sesuai dengan selera kita. Tapi untuk bunga mawar, harus menggunakan gunting potong kalau mau ambil sendiri. Kalau kita bandingkan dengan di toko bunga, biasanya per potong harganya Rp 2500,-, lumayan hemat seribu rupiah untuk tiap potong.



Tak cukup banyak bunga mawar di sini, padahal saya juga ingin membawa pulang mawar. Saya coba tanya ke salah satu petugasnya, Bapak Bura, "Pak, kok mawarnya sedikit, ya? Kalau yang di toko-toko itu bukannya ambil dari sini, Pak?"

"Oh, kalau mawar biasanya mendatangkan dari Malang, Mbak..." Jawab beliau. Hmmm... Baru tahu saya. Hihihi...

Kebun bunga krisan ini buka dari jam 07.00 sampai dengan 16.00 WIB. Sebenarnya tidak hanya krisan yang ada di kebun ini, tapi krisan mendominasi, setidaknya bagi saya sendiri. Bunga Krisan juga dikenal dengan sebutan bunga Seruni. Bagimu, warga Jember yang ingin menyegarkan mata, berfoto, dan memetik bunga sendiri, datang saja kemari.

Akhirnya, saya bawa pulang dua ikat bunga krisan. Cukup puas lah. Selamat menyambut Ramadan :)

3 ikat bunga. 2 milik saya, 1 milik kawan.

You May Also Like

0 comments