[Film] Comic 8 Casino Kings Part II, Tetap Bahagia dengan Tawa

by - Thursday, March 10, 2016

Sejak menonton Comic 8 Casino Kings Part I di Juli 2015 lalu, saya sudah terlanjur tidak puas dengan ending yang bikin penasaran. Mana harus menunggu lama untuk bagian II-nya. Tanggal 3 Maret 2016 kemarin akhirnya rilis.



Singkat cerita, melanjutkan misi agen rahasia dengan nama COMIC 8 (Arie Kriting, Babe Cabiita, Bintang Timur, Ernest Prakasa, Fico Fachriza, Ge Pamungkas, Kemal Palevi, dan Mongol Stress) dan Boss Indro Warkop, yang pada film pertamanya, mereka melakukan aksi perampokan bank. Pada film ini mereka akan membongkar perjudian online terbesar yang dikuasai oleh The King (Shopia Latjuba). Para agen harus melewati berbagai rintangan dan menghadapi The Hunters (Barry Prima, Geoorge Rudy, Willy Dozan, Soleh Solihun, Lidya Kandou, dan Sacha Stevenson). Selain agen rahasia COMIC 8 yang harus melewati rintangan, Indro Warkop juga menjadi buruan agen interpol Chyntia (Prisia Nasution) yang keduanya ikut terjebak dalam perangkap King dan harus bertarung melawan algojo The King, Bella (Hannah Al Rashid). 

Pandji Pragiwaksono sebagai dokter jiwa juga ikut berperan penting dalam film ini, yang mencuci otak para agen rahasia yang bisa melupakan jati diri mereka sebenarnya. Lalu siapa dalang dalam cerita ini sebenarnya?

Jika dibandingkan dengan Comic 8 Casino Kings part I, saya lebih suka yang bagian pertama. Di bagian pertama, saya merasa lebih 'ikut' dalam ceritanya. Di bagian pertama, per cerita terasa lebih panjang, sedangkan di bagian kedua terasa banyak pecah-pecah.


Biarpun banyak perdebatan opini setelah film ini tayang, baik itu karena review pedas yang muncul, komentar orang-orang yang menganggap film ini garing, nggak jelas, dan apapun itu, saya pribadi tetap menikmatinya. Mau menikmati ceritanya, oke. Mau menikmati actionnya, oke. Mau menikmati komedinya pun, oke. Yah, bagaimanapun saya cuma salah satu penonton, yang butuh hiburan di akhir pekan. Hehehe...

Saya sebenarnya menonton pada hari ketiga film ini rilis, ingin langsung bikin blogpost soal film ini, tetapi saya batalkan dulu. Melihat 'keramaian' komentar negatif seputar film ini di twitter, saya pun sebenarnya ikut panas. Daripada blogpost saya masih terpengaruh emosi, mending ditahan saja dulu.

Di twitter pun banyak bertebaran komentar yang intinya, "garing banget. satu studio nggak ketawa." Saya sih nggak yakin dengan pernyataan mereka: maksudnya, yakin kalau dia tidak tertawa barang sedetik pun saat menonton? Begitu berat hidupnya. Hihi. Kalaupun yang keluar darinya hanya lah negatif terus dan berupa hujatan saja, menurut saya kesannya malah jadi kebencian personal. 
Tawa memang masalah selera. Kalau menurut mereka selera saya rendah, dan tertawa dengan yang menurut mereka garing, yah tidak masalah. Yang penting saya bahagia :)

Saya tidak tahu banyak tentang perfilman, tetapi sebagai penonton yang tidaklah idealis, saya merasa film ini bagus. 750.000 penonton dalam lima hari itu sudah amazing. Kalaupun itu karena faktor promosi film ini yang sedemikian gila, banyaknya penggemar stand up comedy, dan para pemeran yang memiliki fans masing-masing, yah tidak masalah, sih.

Kabar gembiranya (bagi saya sendiri, sih), saya bisa menonton film ini setelah skripsi saya selesai. Dulu saat nonton bagian I, saya masih skripsian, dan janji bakal lulus ketika bagian II-nya rilis. Alhamdulillah, saya menonton dan bahagia tanpa beban tugas. Hehehe...

---------------
But, wait!

Hari ini, pada pukul 4 sore, ada kabar baik lagi untuk film ini. Saya merasa harus memperbarui postingan ini. 1.055.000 penonton dalam tujuh hari! Amazing (sekali lagi). No, amazing banget. Selamat!


sumber: twitter

You May Also Like

0 comments