Kenapa Ide Kita Jadi Basi?

by - Tuesday, March 15, 2016

Pernah nggak ide tulisan yang sudah kita ingat-ingat dan terdengar luar biasa di pikiran kita tiba-tiba menjadi basi, biasa saja, dan tidak ada menarik-menariknya?

Akhir-akhir ini saya merasakan hal itu. Awal-awalnya ide mudah sekali muncul dalam pikiran, tetapi karena saya tak kunjung menuliskannya, ide tersebut menjadi biasa saja, dan saya menjadi tak bersemangat menuliskannya. Lama-kelamaan, seperti orang yang tak dianggap kehadirannya, si ide menjadi ogah datang.



Bagi saya, untuk menulis sesuatu yang terasa 'bernyawa' setidaknya kita sendiri harus memiliki emosi terikat dengan sesuatu yang kita tulis itu. Saat itu kita masih merasakan atmosfirnya yang masih hangat. Meski orang lain yang membacanya belum tentu puas, tetapi paling tidak kita sendiri bisa puas dengan hasil kita. Jika kita tidak puas dengan hasil kita sendiri, bagaimana dengan orang lain?

Ide seringkali muncul di waktu-waktu tidak terduga, seperti saat perjalanan, saat di kamar mandi, bahkan saat ada di situasi genting. Kalau tidak segera dituangkan dan dijadikan sesuatu yang nyata seperti tulisan, ide kerajinan, maupun karya-karya yang lain mulai dari karya yang sederhana bahkan karya yang besar maka akan menguap begitu saja. Walaupun kita sudah setengah mati mengingat-ingat untuk ditulis atau direalisasikan, tetapi pada saat kita sudah ada waktu untuk menuangkan ide itu, biasanya ide tadi tak sesegar awalnya. Ibarat sayur, tak lagi menarik tampilannya, layu.

Beberapa hal ini mungkin alasan kenapa ide yang kita temukan bisa menjadi biasa-biasa saja:

Menunda-nunda dan malas
Ini memang masalah klasik. Biasanya karena terlalu nyaman, jadi mau bergegas pun susah. Bawaan anak kuliahan yang suka menunda-nunda tugas, kalau nggak kepepet nggak asyik. Misalnya kita sedang berada dalam perjalanan (naik motor) dan seketika ide terlintas dalam pikiran kita, sebaiknya sesegera mungkin berhenti lalu catat poin penting. Bisa dicatat di smartphone. Saya biasanya menunda karena tidak menemukan tempat dan situasi yang tepat. Saya tipe orang yang sulit berkonsentrasi dan tidak tenang ketika menulis atau mengerjakan sesuatu tetapi ada yang mengawasi atau membuat saya merasa diawasi. Yah, memang harus dipaksa sih sebenarnya.

Terlalu percaya ide
Kadang saya terlalu sombong dan percaya kalau ide saya ini bagus, tapi saya tak kunjung menulisnya. Saya hanya mengingat-ingatnya sembari membuat list dalam kepala. Yang saya pikir luar biasa berujung biasa. Yang saya pikir matang ternyata masih mentah dan makin berserakan tak ada fokus. Yah, seharusnya saya segera bergegas ambil entah alat tulis maupun laptop.

Pesimis dengan ide sendiri
Tidak hanya terlalu percaya dengan ide yang bisa jadi alasan ide itu akan basi, pesimis pun akan membuat kita tidak yakin dengan ide kita sendiri. Yang awalnya kita pikir ide itu luar biasa, ternyata setelah dieksekusi malah jadi sangat biasa saja. Akhirnya jadi minder sendiri. Tapi setidaknya itu sudah lebih baik, daripada tidak ada hasilnya sama sekali.

Gampang nyerah
Belum selesai menulis bahkan sudah sampai di tengah-tengah, kita bisa cenderung menyerah karena kita pikir ide ini membasi seiring waktu. Akhirnya, kita membiarkan begitu saja dan menggantinya dengan bahasan lain. Ayo, semangat lagi!

Banyak alasan
Kalaupun tidak ada laptop, kertas dan pena, sekarang pastilah tiap orang memiliki handphone, catat saja dulu disitu. Eh, tapi bisa jadi yang memang benar-benar sibuk tidak bisa menyempatkan menulis. Tapi yang namanya alasan pasti ada saja untuk tidak merealisasikannya.

Adakah yang lain lagi?

Yap, saya tidak ingin terus-terusan mengulang hal itu. Dengan menulis hal ini, saya ingin memperbaiki dan menghapus alasan-alasan di atas. Yuk, kita ingat-ingat kembali apa motivasi kita menulis entah itu fiksi, blog, dan apapun supaya kita tetap semangat. Sebagaimana sayur, kalau kita biarkan begitu saja akan jadi layu, kalau kita simpan di lemari pendingin dengan cara yang benar akan jadi awet segar, tapi lebih asyik lagi jika kita olah segera menjadi makanan.

You May Also Like

2 comments

  1. uuuuuuu..... aku bangeeet... plaaaakkkkkk... nyindir ni? (harus dimarahi secepatnya..sebelum layu dan gk jadi marah) 😛😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. nyindir diri sendiri bang
      haahhaha...
      sudah, simpan di kulkas saja.

      Delete