Cerita Upaya Melawan Kekosongan

by - Saturday, February 20, 2016

Butuh waktu lama, cukup lama untuk saya memulai tulisan ini. Benar, terlalu lama tidak menulis apapun membuat saya bingung apa yang harus saya tulis. Saya sejak pagi sudah berniat ingin posting sesuatu di blog ini. Kekosongan itu nyaman-nyaman enggak, nyaman karena tidak ada masalah, dan enggak nyaman karena hal itu masalahnya.


Sabtu tidak ada kegiatan kampus, saya pun cari tempat wifi. Begitu sudah berhadapan dengan monitor yang terkoneksi lancar dengan internet, saya masih bingung apa yang pas untuk saya tulis hari ini. Tapi saya ingin, ingin sekali mengisi kekosongan blog ini. Akhirnya lebih dari dua jam pun berlalu dengan menonton film dan video-video di youtube.

Mau asal tulis, tetapi saya terlalu mikir. Takut jadi nggak saya banget, takut konten campur aduk -yah, meskipun sudah nampak campur aduk sih, tapi kan nggak mau jadi makin campur aduk- heheh, yang apa lah, apa lah.


Saya juga membeli majalah semasa saya SMA dulu, KaWanku. Siapa tahu akan terinspirasi membikin artikel apa yang pas karena di majalah itu saya memang suka kontennya, bertema seputar remaja cewek yang aktif dan menyenangkan, sesuai dengan slogannya, unbeatable fun girl. Tetap saja, saya tidak menemukan apa yang ingin saya tulis. Tapi justru saya dapat ide baru untuk konten tema-tema apa saja yang akan saya bawa ke blog ini di tahun 2016 ini. Tentu saya tidak bisa membicarakan ide yang masih mentah itu di sini. Hihihi...

Untuk mencari inspirasi itu pula saya browsing, blogwalking, dan tetap nggak nemu ide. Saya buka-buka lagi majalah tadi dan membacanya sampai habis. Hingga malam pukul 9 saya masih ragu ingin menulis. Tapi seakan ada yang mendorong dan memaksa untuk menulis, apapun.

Karena mulai suntuk, lampu kamar saya matikan. Notebook tetap menyala sembari mendengar lagu. Mikir... Mikir... Mikir... Duh, kenapa jadi kosong begini, ya. Ah iya! Akhirnya saya teringat apa yang dikatakan bang Raditya Dika waktu ngejuri di grand final Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) season 4.

"Ketika loe berhadapan dengan kekosongan, maka lawanlah kekosongan itu dengan bercerita tentang usaha loe melawan kekosongan." 
Raditya Dika

Iya, jadi begitu lah ceritanya. Selamat malam. Kalau kau kawan, bagaimana caramu melawan kekosongan?

You May Also Like

0 comments