Posts

Showing posts from 2016

[Film] MOANA of Motunui – Strong is the Coolest Beauty

Image
Saya tidak tahu berapa lembar tissue yang saya habiskan saat menonton film Disney ini. Sepanjang film saya terbawa suasana, saya terlalu meng-aku-kan diri sebagai tokoh, menempatkan jalan hidup saya yang cukup relate dengan cerita di dalamnya. Iya, saya menangis sepanjang film. Saya rasa, ini adalah film yang mampu membuat saya mengeluarkan air mata paling banyak.

Tidak, ini bukan film menyedihkan, bukan film melankolis cengeng yang penuh adegan air mata. Namun justru sesak dibawanya saat saya menontonnya.


Saya memutuskan menonton film ini dan sudah sedia tissue, bukan karena saya tahu kalau saya akan menangis dengan jalan ceritanya nanti, tetapi sebenarnya saya sedang memikirkan sesuatu yang cukup menganggu pikiran saya. Saya tidak bisa bercerita tentang apa jelasnya karena saya tahu tak penting tentu bagimu, kawan. Hehe...

Saya seperti orang frustasi. Datang ke bioskop, memesan tiket, duduk menunggu jam tayang, sesekali tanpa sadar air mata tetap jatuh dan mengusapnya. Agak menjij…

[Buku] Critical Eleven: Sebelas yang Terlalu Lama

Image
“Bagaimana pun apa yang sudah dimulai, sudah seharusnya dituntaskan.”
Kutipan itu bagi saya memiliki dua fungsi. Pertama sebagai fungsi penyemangat. Tentang apa-apa yang sudah diawali maka kita ada kewajiban tak tertulis harus mengakhiri, bagaimana pun caranya. Kedua sebagai fungsi penganggu. Saya menyebutnya penganggu karena membuat saya susah berpaling ke yang lain sementara apa yang sudah dimulai tadi tak kunjung selesai.




Itu yang saya alami saat membaca Critical Eleven-nya Ika Natassa dengan 344 halaman ini. Saya merasa sudah termakan ekspektasi yang tinggi pada novel ini. Banyak seliweran retweet dari sang penulis yang bernada positif dari para pembaca dan menggugah orang untuk ikut membaca.

Novel ini saya dapatkan sebagai hadiah dari sahabat saya di ulang tahun saya tanggal 11 Maret lalu. Sudah cukup lama, ya. Bertepatan dengan ribut skripsi, membaca setengah-setengah, dan susah konsentrasi, membuat novel ini malah tuntas saya baca di Bulan 11. Pas sekali dengan judulnya yang m…

[Buku] Dilan (Bagian Kedua) 1991: Ambisi Cinta Lugu Masa SMA

Image
Setelah membaca Dilan (Bagian Pertama) 1990, saya melanjutkan buku yang kedua yang berjudul sama, Dilan (juga) Bagian Kedua 1991 ini. Bukan buku bernuansa metropop, bukan pula teenlit, tetapi masih relevan jika dibaca kelompok remaja hingga dewasa sekali pun.


Bagi pembaca yang langsung membaca pada Dilan Bagian Kedua 1991 tanpa membaca novel yang sebelumnya, tidak masalah saya pikir. Pidi Baiq, sang penulis menyertakan repetisi, cerita dari novel sebelumnya untuk membantumu mengenal karakter dan awal mula cerita.

Novel ini berkisah tentang masa lalu seorang Dilan dan Milea semasa SMA. Seperti kisah-kisah cinta masa SMA, penuh ambisi, dan lumayan drama seakan mereka telah dewasa. Tapi di situ yang menjadi lucu dan bisa jadi mengingat masa SMA bagi pembaca yang sudah tidak remaja lagi.

Dilan, seorang anak SMA pentolan geng motor. Mungkin Dilan ini representasi dari bad boy yang banyak dikagumi perempuan. Meski ia nakal, ia berprestasi di sekolahnya, dan tidak macam-macam dengan cewek. …

[Film] Warkop DKI Reborn, Komedi Kini dengan Efek Nostalgia

Image
Setelah nggak sabar menunggu film ini tayang, kesabaran musti diperpanjang karena ramai sekali saat serentak tayang di 8 September lalu. Saking ramainya, sampai sehari tayang 6 kali di studio 1 ditambah satu kali tayang di studio 2 Bioskop NSC Jember. Saya saja baru menonton setelah seminggu tayang. Hwehe...



Abimana, yang sangat berkesan bagi saya saat menonton trailernya. Mirip (Alm) Dono, ampun, dari bicaranya hingga manipulasi penampilan yang pas sekali. Vino G. Bastian, wajahnya lumayan mirip dan logatnya menirukan (Alm) Kasino dapet banget, sih. Sementara Indro Warkop diperankan Tora Sudiro dengan aksen Batak-nya. Jujur saja saya sempat meneteskan air mata saat pertama nonton trailernya, melihat ketiga orang ini, sebagai warkop reborn. Entah kenapa saya suka berkaca-kaca saat melihat sesuatu yang membuat saya kagum, semacam tidak mampu berkata-kata.

Karena nggak segera nonton, saya pun iseng membuka Behind the Scene hingga acara TV yang menayangkan seputar Warkop DKI Reborn ini …

Ramainya Mata Najwa on Stage Jember Bersama 35.000 Orang

Image
Tanggal 27 Agustus kemarin, Jember menjadi tuan rumah Mata Najwa on Stage, di Jember Sport Garden (JSG) Kecamatan Ajung. Siapa yang tak tahu program TV (Metro TV) Mata Najwa yang dibawakan oleh perempuan cerdas Najwa Shihab itu? Wow...



Saya nonton bersama sahabat saya, Kurnia. Pukul 12.00 kami sudah siap-siap karena agenda kami hari itu adalah menonton Jember Fashion Carnival (JFC) WACI siang kemudian berlanjut Mata Najwa on Stage malam harinya.

Setelah menonton JFC di Alun-alun kota dari jam 2 siang hingga hampir jam 5 sore, kami berencana langsung ke lokasi MNOS yang kira-kira 30 menit dari Alun-alun Kota Jember. Sementara kami belum menukarkan tiket elektronik dengan tiket asli untuk bisa masuk, sedangkan pukul 17.00 WIB panitia tidak melayani penukaran tiket atau dikenakan biaya untuk pendaftar on the spot, begitu informasi yang tertera di web Mata Najwa. Namun karena kami terlalu lapar, kami makan dahulu, urusan tiket nanti bisa masuk atau tidak biarlah apa kata keberuntungan.

U…

[Film] Alice Through The Looking Glass, Dongeng pun Tak Bisa Mengubah Waktu

Image
“Untuk melakukan sesuatu yang mustahil, kita harus percaya itu tidak mustahil” Kapten Alice dengan kuatnya memimpin pelayaran di tengah ombak dan badai yang membuat kapalnya hampir hilang kendali.




Terima kasih untuk sahabat saya, Aisya karena telah membawa saya mengingat diri saya yang menyukai dongeng dan hal-hal ajaib di dalamnya, dengan mengajak saya menonton sekuel Alice in Wonderland: Alice Through The Looking Glass. Telah lama tanpa sadar saya melupakan hal itu. Ya, tentang dongeng, segala bentuk cerita, keajaiban, dan imajinasi tak terbatas. Saya harus kembali menghidupkan ruh itu dalam diri saya. Ah, apakah saya terdengar hiperbola? Sudah lah, mungkin makhluk pemimpi dan pengkhayal memang tercipta seperti ini.
Ah iya, sebenarnya hampir saja kami tak bisa menonton film ini. Jadi, kemarin begini ceritanya saat saya antre di kasir. 
Saya : “Mbak, Alice yang jam sekarang.”

Mbak Kasir : “Berapa, Mbak?”

Saya : “Tiga, Mbak.”

Mbak Kasir: *menelepon rekannya* “Ini ada yang mau nonton A…

Libur Lebaran ke Payangan, Kini Ramai dengan Bukit-bukit Pandang

Image
Industri pariwisata akan populer dan meningkat jika diiringi dengan pengelolaan dan perbaikan fasilitas. Tempat wisata yang sedang populer di Jember, Jawa Timur, saat ini salah satunya adalah pantai. Jember memang berbatasan langsung dengan pantai mulai dari timur yakni Bandealit, Payangan, Watu Ulo, Pasir Putih Malikan (Papuma), Puger hingga Paseban.

Salah satu pantai sasaran masyarakat yang murah meriah adalah Pantai Payangan. Pantai Payangan berlokasi di wilayah Dusun Payanan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu. Jalannya aman, tak perlu melewati hutan atau jalanan yang naik turun curam, juga tidaklah sepi karena dekat sekali dengan rumah penduduk.

Untuk masuk menikmati Pantai Payangan ini tidak dikenakan biaya. Hanya perlu mengeluarkan ongkos parkir Rp5.000,- untuk satu motor. Suasana yang paling pas untuk memandangi pendar cahaya matahari di pantai ini adalah saat senja. Selain ombaknya bagus, di sana juga terdapat batu karang untuk duduk menikmati hangatnya sore.




Idulfitri hari ke…

Belanja Krisan di Kebun Bunga Rembangan, Bisa Pilih dan Cabut Sendiri

Image
Kalau kita ditanya soal kenapa ingin jalan-jalan, kira-kira jawabannya apa? Mungkin akan jawab untuk refreshing, melepas penat, menjelajah tempat yang belum pernah dikunjungi, atau menikmati pemandangan yang indah-indah. Tapi lain dengan sahabat saya yang satu ini, Rona, alasan dia mengajak saya jalan-jalan adalah "stok DP menipis."

Whats?!



Iya, jadi dia spesifik bilang kalau persediaan foto untuk Display Picture -untuk foto profil BBM- sudah menipis, jadi dia butuh foto-foto lagi. Oh, my... Hahaha. Beginilah namanya hidup di era genggaman digital.

Awalnya dia mengajak ke pantai, saya pikir ah sudah terlalu siang untuk ke pantai. Jadi saya mengusulkan ke Rembangan. Rembangan ini sebuah kawasan dataran tinggi di Kabupaten Jember bagian utara, tempat wisata yang di dalamnya terdapat kolam renang, resto, hotel, taman bermain, dan yang menarik adalah bisa memandang Jember dari puncak Rembangan ini. Kalau malam hari, indah sekali, nampak kerlap-kerlip lampu kota dari sana. Untuk …

[Film] AADC 2, Sebuah Pertanyaan Tentang Cinta

Image
Berawal dari pergi ke pameran buku, yang menjadi tempat buruan remaja pemburu buku-buku murah seperti saya, dan salah satu sahabat saya, Aulia, yang di sana tak menemukan satu pun buku yang menarik. Eh, ada sih, tapi tak terlalu ingin, jadi anggap saja tak menarik. Lantas kami berlanjut ke toko buku Gramedia, Jember.

Di Gramedia, kami melihat-lihat novel dan buku-buku baru. Iya, hanya melihat-lihat. Sebuah buku “Tidak Ada New York Hari Ini” sebenarnya ingin saya miliki. Sahabat saya nyeletuk, “Lho, ada AADC (Ada Apa dengan Cinta)? 2.” Sembari mengambil sebuah novel tersebut yang letaknya tak jauh dari jangkauan kami.

“Ini buku ‘Tidak Ada New York Hari Ini’ puisi yang di film AADC 2 eh, Mbak.” Kata saya sok tahu meskipun belum menonton. “Eh, gimana kalau nonton film AADC, yok?” Ajak Aulia.

“Ayok!”




--------------------------------------------

Setelah 14 tahun 'Ada Apa dengan Cinta?' yang dibintangutama-i Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra sebagai Cinta dan Rangga, kini ha…

Nyaris Sampai di Batu Susun Solor, Situs Megalitikum di Bondowoso

Image
Lama sekali saya tak jalan-jalan atau istilah kerennya anak-anak hits itu travelling. Ah, travelling, pengen sekali saya travelling. Tapi adanya sih jalan-jalan, nggak jauh-jauh, masih dalam kota.



Sehari sebelum kemarin, saya dan sahabat saya, Aulia, merencanakan jalan-jalan akhir pekan bersama salah satu teman sekampus kami, cowok, Aan. Kami bertiga sudah sepakat akan pergi esok paginya. Rencana awalnya, kami ingin ke kebun teh, tetapi saya tak tahu itu di mana, si Aan yang akan memandu katanya. Karena masih belum fix, malam harinya, kami berdiskusi di grup WhatsApp. Setelah obrolan kesana kemari, si Aan membatalkan rencana jalan-jalan bertiga dengan suatu alasan. Akhirnya, saya dan Aulia sepakat pergi berdua. Cewek-cewek.

[Film] Dilwale, Epic yang Apik

Image
Saya baru habis nonton film Bollywood yang dibintangi Shahrukh Khan (sebagai Kaali), dan Kajol (sebagai Meera). Ini dua pasangan favorit saya semenjak di Kuch Kuch Hota Hai. Entahlah, chemistrynya dapet banget. Dibintangi juga oleh Varun Dhawan (sebagai Veer, adik Kaali) dan Kriti Shanon (sebagai Ishita, adik Meera).



Ini mengisahkan Kaali, seorang kakak yang disegani oleh adik, kawan, dan lingkungan sekitarnya, yang menjaga adiknya sepenuh hati karena sang ayah telah meninggal. Namun, masalah muncul ketika sang adik ingin menjalin hubungan serius dengan kawannya, Ishita. Hal itu karena kisah masa lalu antara Kaali dan Meera yang cukup pelik.

Ya, akarnya adalah wanita. Ternyata harta, tahta, dan wanita, di dunia ini selalu berlaku, ya.


Saya mau bahas Shahrukh Khan dan Kajol. Di film ini mereka tampil fresh, cool and sexy, sementara usia yang sudah tak lagi muda. hehe... Tapi tetap saya jatuh cinta dengan keduanya.

Antara Gitar Klasik dan Gitar Akustik

Image
Dua hari yang lalu saya membeli gitar klasik ukuran kecil di Gramedia. Sudah lama saya ingin sekali punya gitar kecil yang pas untuk ukuran saya. Akhirnya nabung dan terbeli, deh. Alhamdulillah, yah... Hihihi... Sebenarnya ada satu gitar non-elektrik di rumah, tetapi terlalu besar dan sekarang sudah mulai rusak, milik bapak dulu, sih.



Kesalahan saya, saya tidak tahu bedanya gitar klasik dan gitar akustik. Hanya karena saya suka model dan warna dari gitar klasik, jadilah saya pilih itu. Sempat ragu juga sih karena bapak menyarankan pilih gitar akustik saja. Karena ada sedikit goresan di pinggiran badan gitarnya, jadi saya tidak jadi pilih akustik. Saya pikir sih sama saja, sepertinya.

Saat bapak sempat bertanya ke petugasnya, "Bedanya ini (sambil nunjuk gitar akustik) dan ini (sambil nunjuk gitar klasik) apa mas?"

Petugasnya menjawab, "Ya sama saja sebenarnya, pak. Tapi kalau pemula lebih enak yang gitar klasik."

Singkat cerita saya pulang dengan membawa gitar klas…

Kenapa Ide Kita Jadi Basi?

Image
Pernah nggak ide tulisan yang sudah kita ingat-ingat dan terdengar luar biasa di pikiran kita tiba-tiba menjadi basi, biasa saja, dan tidak ada menarik-menariknya?

Akhir-akhir ini saya merasakan hal itu. Awal-awalnya ide mudah sekali muncul dalam pikiran, tetapi karena saya tak kunjung menuliskannya, ide tersebut menjadi biasa saja, dan saya menjadi tak bersemangat menuliskannya. Lama-kelamaan, seperti orang yang tak dianggap kehadirannya, si ide menjadi ogah datang.


Bagi saya, untuk menulis sesuatu yang terasa 'bernyawa' setidaknya kita sendiri harus memiliki emosi terikat dengan sesuatu yang kita tulis itu. Saat itu kita masih merasakan atmosfirnya yang masih hangat. Meski orang lain yang membacanya belum tentu puas, tetapi paling tidak kita sendiri bisa puas dengan hasil kita. Jika kita tidak puas dengan hasil kita sendiri, bagaimana dengan orang lain?

[Film] Comic 8 Casino Kings Part II, Tetap Bahagia dengan Tawa

Image
Sejak menonton Comic 8 Casino Kings Part I di Juli 2015 lalu, saya sudah terlanjur tidak puas dengan ending yang bikin penasaran. Mana harus menunggu lama untuk bagian II-nya. Tanggal 3 Maret 2016 kemarin akhirnya rilis.



Singkat cerita, melanjutkan misi agen rahasia dengan nama COMIC 8 (Arie Kriting, Babe Cabiita, Bintang Timur, Ernest Prakasa, Fico Fachriza, Ge Pamungkas, Kemal Palevi, dan Mongol Stress) dan Boss Indro Warkop, yang pada film pertamanya, mereka melakukan aksi perampokan bank. Pada film ini mereka akan membongkar perjudian online terbesar yang dikuasai oleh The King (Shopia Latjuba). Para agen harus melewati berbagai rintangan dan menghadapi The Hunters (Barry Prima, Geoorge Rudy, Willy Dozan, Soleh Solihun, Lidya Kandou, dan Sacha Stevenson). Selain agen rahasia COMIC 8 yang harus melewati rintangan, Indro Warkop juga menjadi buruan agen interpol Chyntia (Prisia Nasution) yang keduanya ikut terjebak dalam perangkap King dan harus bertarung melawan algojo The King, Bel…

Tentang Upaya Melepas Penat

Image
Tahun baru saya pikir akan menjadi awal melakukan kegiatan-kegiatan yang berarti dan membuahkan sesuatu yang belum sempat saya raih di tahun 2015. Memang sebaiknya ekspektasi tak perlu berlebihan dan terlalu tinggi. Apalagi kalau harus membayangkan yang senang-senang saja, itu bisa jadi awal tumbuhnya rasa kecewa.

Akhir tahun 2015, saya menyadari dan sempat menyesal dengan keputusan yang saya ambil. Memang bukan keputusan besar, tetapi setidaknya menjadi bagian dari perjalanan saya mencapai masa yang akan datang. Tentang ujian akhir. Ujian sidang tugas akhir. Pihak kampus sudah mentarget mahasiswanya untuk segera ujian/selesai setidaknya paling lambat akhir Desember 2015. Tetapi saya memutuskan untuk ujian pada Januari 2016. Sebelum pergantian tahun, saya merasakan itu adalah keputusan salah.
Saya jadi teringat kutipan pada film Demi Ucok yang bunyinya begini, "Hanya ada 2 pilihan di hidup ini, takut atau cinta. Kalau takut, udah pasti salah jalan." (lah, kok jadi bawa-bawa…

Cerita Upaya Melawan Kekosongan

Image
Butuh waktu lama, cukup lama untuk saya memulai tulisan ini. Benar, terlalu lama tidak menulis apapun membuat saya bingung apa yang harus saya tulis. Saya sejak pagi sudah berniat ingin posting sesuatu di blog ini. Kekosongan itu nyaman-nyaman enggak, nyaman karena tidak ada masalah, dan enggak nyaman karena hal itu masalahnya.


Sabtu tidak ada kegiatan kampus, saya pun cari tempat wifi. Begitu sudah berhadapan dengan monitor yang terkoneksi lancar dengan internet, saya masih bingung apa yang pas untuk saya tulis hari ini. Tapi saya ingin, ingin sekali mengisi kekosongan blog ini. Akhirnya lebih dari dua jam pun berlalu dengan menonton film dan video-video di youtube.
Mau asal tulis, tetapi saya terlalu mikir. Takut jadi nggak saya banget, takut konten campur aduk -yah, meskipun sudah nampak campur aduk sih, tapi kan nggak mau jadi makin campur aduk- heheh, yang apa lah, apa lah.

Buku, Sebuah Rasa Eksistensi

Image
“Buku-buku selalu membuat saya merasa ditemani. Sederhana saja, mereka dapat membuat saya merasa ada.”
Ijinkan saya menanyakan beberapa pertanyaan berikut ini yang cukup dijawab dalam hati saja.

Sudahkah kamu membaca buku hari ini?
Sudahkah kamu membaca buku di minggu ini?
Atau, sudahkah kamu membaca buku di bulan ini?
Dan sudahkah pula kamu membaca buku di tahun yang baru, tahun 2016 ini?


Baiklah, simpan dulu jawaban pertayaan tadi. Saya ingin bercerita, sebentar saja, tidak butuh waktu yang lama seperti membaca satu buku penuh. Kalau membaca satu postingan blog (tulisan ini) saja terasa tak berselera, bagaimana dengan membaca satu buku yang berisi ratusan halaman? Atau setidaknya, kali ini saja, saya minta kamu untuk berselera dengan tulisan ini.

Kalau bicara soal membaca buku, saya ingat suatu cerita ketika saya di kampus dan duduk di samping seorang kawan yang juga tengah menempuh skripsi, sama dengan saya. Sebut saja Kumbang. Kumbang bertanya pada saya ketika ia melihat saya mem…

Jika Aku Milikmu – Bernard Batubara, Mimpi, Cinta, dan Keragu-raguan

Image
Adalah fiksi pertama yang saya baca di tahun 2016. Sebenarnya telah ada di tangan sejak 2015 awal Desember. Entah kenapa untuk memulai membacanya butuh waktu cukup lama, sepertinya saya harus mengakhiri pengingkaran-pengingkaran yang tak berasalan jelas ini. 24 Januari, akhirnya selesai juga.



Dan, untuk karya-karya Bernard Batubara, saya selalu merasa berkewajiban memilikinya. Iya, karena dia salah satu penulis muda Indonesia favorit saya. Saya jatuh cinta sejak pertama mengenal cerita pendek dalam kumpulan cerpen di buku Milana oleh Bara Ngomong-ngomong, Jika Aku Milikmu ini adalah buku Bara yang kedelapan. Lihat betapa produktif sekali penulis kelahiran 1989 ini.