Tips Menjaga Buku Sejak Masih Baru

by - Tuesday, December 01, 2015

Sejak pagi entah rasanya ingin khilaf ke toko buku. Setelah usai urusan dari kampus, syukur bisa mampir ke Gramedia dan saya dapat dua buku, salah satunya Jika Aku Milikmu karya Bernard Batubara. Saya ingin membagikan tips merawat buku sejak ia masih baru. Saya yakin banyak sekali pecinta buku, tetapi secara fisik apakah buku itu sudah diperlakukan seperti berikut ini? Yuk, simak!

Keutuhan Fisik Buku
Saat di toko buku dan memutuskan membeli suatu buku, sebelum menuju kasir, cek dulu apakah buku yang kamu pilih tidak robek segelnya. Lihat segelnya tiap sisi kanan-kiri-atas-bawah apakah buku tersebut tanpa cacat dan jilidan masih rapi. Jika semisal buku tinggal beberapa buah dan tidak rapi semua, coba tanyakan petugas apakah ada stok lain yang masih bagus. Tetapi kalau memang tinggal beberapa itu saja, tidak apa-apa ambil saja. Eh, jangan lupa bayar ke kasir, ya.

#JikaAkuMilikmu bersegel




Buka Segel dan Beri Sampul
Buka segel buku perlahan supaya tidak melukai fisik buku. Biasanya setelah segel terbuka, saya tidak akan membiarkan stiker harga terbuang begitu saja. Saya akan menempelkannya pada cover buku bagian belakang. Mungkin bagi sebagian orang ini terlihat norak. Tetapi ada tujuan tersendiri untuk saya.
1. harga ini akan mengingatkan kita suatu saat nanti atau untuk anak cucu bahwa dulu harga buku seperti ini sekian.
2. supaya para peminjam juga lebih berhati-hati kalau pinjam buku, sebab tidak lah murah. Hehe...

Robek segel perlahan, ambil stiker harganya

Tempel sticker harga pada sampul belakang

Oh iya, saat saya membuka buku ini ada kejutan. Buku yang saya pilih ini bertanda tangan penulisnya! Saya beneran tidak tahu, bahkan saat merencanakan mengambil foto buku ini sejak awal. Hihihi...



Saya biasanya menggunakan sampul berbahan plastik yang tipis dan mudah terlipat ke sampul buku. Tidak perlu menggunakan perekat karena akan merusak fisik buku apabila menggunakan selotip maupun staples.

Buku, Sampul gulung plastik, dan gunting

Potong sampul plastik yang masih berupa gulungan, sesuaikan dengan ukuran buku. Gunakan bagian luar gunting untuk menegaskan lipatan sampul yang melipat ke dalam cover buku. Potong meruncing pada sudut-sudut cover buku supaya bisa terlipat ke dalam seluruhnya. Sampul ini tentu kita tahu gunanya sebagai semacam anti gores. Sayang banget, kan, kalau buku kita jadi kotor. Sampul ini juga meminimalisir terlepasnya cover buku dari ketidakhati-hatian pembaca, lhoh!


Ukur sampul, tegaskan lipatan, potong meruncing, potong pula bagian lipatan dalam, rapikan.

Beri Catatan Tanggal
Supaya nanti bisa diingat kapan kita membelinya. Pasti akan jadi kenangan manis kalau kita sudah beranjak jauh dari umur muda. Oh iya, kalau saya ada stempel pribadi nih, jadi sekalian menandai ini buku milik saya. Biar pamer juga sih, ahah. Terbukti beberapa teman ngiri... Aduh, maafkan saya. :(

Tanggal, Stempel, dan Finish lah

Barulah mengucap, "selamat membaca!"

Sebaiknya hati-hati meminjamkan buku dengan pembatasnya karena rentan hilang #PengalamanPribadi . Biasanya saya menggantinya dengan pembatas kertas yang saya potong sendiri supaya jika ada yang meminjam tidak melipat kertas buku. Pembatas aslinya saya simpan. Eh, terkesan posesif ya. Iya, namanya juga cinta.

Kalau teman-teman sendiri bagaimana?

You May Also Like

4 comments

  1. Kalau saya step kasih nama dan tanggal sudah mulai di skip supaya ketika dijual lagi harga masih bisa tinggi...hihihi...blogwalking

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, kalau memang untuk bisa dijual lagi baiknya di-skip sih langkah itu. Heheh terimakasih kunjungannya... :) saya kunjung balik.

      Delete
  2. kalau saya... baca2 lipet2, selesai simpan

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh .. hihi
      terima kasih sudah mampir kak Puput

      Delete