5 Buku Favorit Tahun 2015

by - Thursday, December 31, 2015

Sungguh, tahun 2015 ini sedikit sekali buku yang saya baca, bahkan saya malu menyebut diri saya sebagai pecinta dan penumpuk buku. Entah faktor apa yang jadi penyebab utama, kamu pemalas, Jeng! Harap tak terulang lebih buruk di 2016.

Dan ini lima buku-buku favorit 2015 yang saya tumpuk dan sempat baca. Juga beberapa alasan yang gak penting kenapa saya suka.


5. Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri, Bernard Batubara
Satu hal yang saya suka dari buku ini, melihat bagaimana cinta menjelaskan sisi gelapnya dengan cukup manis dan pahit jadi satu. Buku ini adalah kumpulan cerpen. Dan kalau tulisan dari Bernard Batubara, saya memang lebih menyukai cerpen-cerpennya. Syukurah ada kumpulun cerpen setelah Milana, kumpulan cerpen Bara yang sebelumnya. Yang saya suka, selain sangat menikmati cerita yang disajikan, Bara kerap menyajikan qoutes yang dalam di buku-bukunya.





4. Ngenest - Ngetawain Hidup Ala Ernest, Ernest Prakasa

Ngenest ini ada tiga seri, yang kesemuanya bisa dibaca secara random nggak perlu takut nggak nyambung. Intinya Ngenest ini berkisah kehidupan seorang Ernest Prakasa yang sejak kecil dibully karena ia berbeda, sebagai seorang chinese, dan berbagai cara yang ia lakukan untuk berusaha keluar dari perbedaannya itu.



Saya suka buku ini, soalnya satu buku bisa habis dibaca dalam satu kali baca, ringan. Dan pengarangnya ganteng, meski sudah beranak dua, hehe.. dan stand-up comedian lagi. Oh iya, akhir tahun 2015 ini filmnya telah tayang di bioskop yang disutradarai oleh Koh Ernest Prakasa sendiri. Nonton lah kau, Ngenest Movie.

3. Dilan, Pidi Baiq

Baca novel ini serasa baca teenlit, karena berkisah seputar cerita cinta masa SMA yang penuh dengan perasaan malu-malu mau, dan cinta sok dewasa. Latarnya sekitar tahun 1990, jadi masih tidak berhandphone seperti saat ini. Saya suka karena mengobati rasa rindu baca novel-novel teenlit seperti saat masih SMA dulu. Saya membaca buku ini karena sering baca testimoni-testimoni bertebaran di media sosial perihal Dilan dan kekerenannya. Dilan ini ada volume keduanya, saya belum sempat baca yang kedua, hehe.



2. Koala Kumal, Raditya Dika
Ini buku komedi terfavorit tahun 2015 bagi saya, karena covernya warna ijo, ketebalan bukunya pas, dan isinya random cerita-cerita komedi dengan hati tanpa perlu dibaca secara urut. Iya, itu memang alasan saya. Jadi, buku ketujuh Raditya Dika ini adalah kumpulan cerita-cerita tentang perasaan yang awalnya nyaman namun kemudian menjadi asing, tapi dibacanya jadi ringan dan menghibur.




1. Gadis Pantai, Pramoedya Ananta Toer

Sebuah roman feodalisme. Menceritakan seorang gadis pantai yang diperistri oleh seorang bangsawan yang tak lain hanya sebagai istri percobaan. Tentang usaha yang ia lakukan dalam memenuhi kewajiban sebagai wanita utama.

Saya suka sekali buku ini karena bahasa yang digunakan Pram mudah untuk dimengerti dan ceritanya mengalir. Saya merasa nyastra kalau baca buku ini. Tanda sebuah buku menarik bagi saya adalah ketika saya tak bisa berhenti penasaran baca sampai halaman terakhir, makin jauh halaman makin tak ingin berakhir. Dan Gadis Pantai memiliki kriteria itu. Saya perlu lebih banyak membaca buku-buku beliau.




Itulah buku-buku bacaan favorit saya tahun 2015. Buku-buku yang lain tentunya menarik. Ah, setidaknya, saya telah sempat melewatkan waktu saya dengan mereka. Semoga kamu tidak menyesal membuang waktumu dengan membaca posting saya ini. Sungguh saya merasa berarti ketika kamu mau membaca apa yang saya tulis, terima kasih, ya. Semoga waktu-waktu kita kedepan makin berarti. Oh iya, kalau buku favoritmu tahun 2015 apa saja?

You May Also Like

0 comments