Review: Ngenest #1 #2 #3 – Ernest Prakasa, Mengubah Ngenes Jadi Happiness

by - Sunday, November 22, 2015

Ngenest 123


Tahun 2015 ini memang saya lebih banyak baca buku-buku komedi, blog-blog komedi, termasuk tontonan komedi yang tentu stand up comedy termasuk di dalamnya. Bicara soal stand up comedy, bagi para enthusiasm-nya tentu tak asing lagi dengan Ernest Prakasa, stand up comedian Indonesia yang banyak membawakan materi komedi seputar keresahannya sebagai chinesee di Indonesia yang juga sebagai salah satu pendiri Stand Up Indo pada tahun 2011.

Ernest juga berkarya dalam bukunya yang berjudul Ngenest: Ngetawain Hidup Ala Ernest hingga tiga volume.
Untuk melengkapi bacaan komedi saya, jatuhlah pilihan saya pada Ngenest tersebut. Saya justru membeli buku kedua dan ketiganya pada awalnya karena di toko buku, yang Ngenest 1 sudah kehabisan stok. Memang sudah sejak lama saya ingin baca buku tersebut tapi selalu urung membelinya. Syukur akhirnya ketiganya bisa saya pegang.

Secara umum ketiga buku Ernest tersebut menceritakan tentang keresahannya sebagai orang chinese di Indonesia. Tentang pandangan orang soal chinese, menjadi orang minoritas, keluarga ala chinese, dan masa kecil Ernest yang kerap dibully karena ke-chinese-annya. Ernest juga memaparkan pengalamannya sebagai seorang suami dan ayah yang kerap mengalami kejadian-kejadian seru dalam keluarganya. Sebenarnya buku tersebut semacam kumpulan materi stand up comedy dari Ernest Prakasa yang dikemas dalam bentuk buku. Terlebih pada buku terakhir, Ngenest 3, adalah materi yang di sampaikan pada show spesialnya #HAPPINEST, makanya buku Ngenest ketiga masuk pasaran setelah show tournya tersebut usai.

Membaca buku ini membuat saya serasa mendengarkan cerita seseorang dengan pengalamannya. Ada wawasan yang dibagi. Ada semacam perasaan membaca buku pengetahuan tapi dibawa santai, jadi menyenangkan. Atau seperti membaca majalah, lah, saya rasa.

Di akhir tiap bukunya, Ernest konsisten menyajikan cerita dengan foto-foto asli. Ngenest pertama, tentang ia yang mentato tangannya dengan nama istri dan anaknya. Ngenest kedua, ia menyajikan cerita perjalanannya pindahan ke Bali dari Jakarta dengan mengendarai mobil berdua dengan istrinya. Ngenest ketiga, menyajikan cerita awal pacaran Ernest Prakasa dengan istrinya, Meira, hingga menikah dengan dekorasi pernikahan oriental.

Dari hal-hal ngenes hingga absurd yang pernah dialami Ernest itulah ia tuangkan dalam bentuk karya stand up comedy dan buku-bukunya ini, sehingga pantaslah jadi suatu cerita yang mampu menghibur penikmatnya, dan menyadarkan kita juga kalau situasi ngenes bisa bertransformasi menjadi karya, bahkan jadi tawa.

"Melalui stand-up comedy, gue belajar untuk menertawakan diri sendiri, bersama-sama dengan orang lain. Melalui stand-up comedy, gue belajar untuk berdamai dengan masa lalu. Melalui stand-up comedy, gue belajar untuk memaafkan." (Ngenest 3, halaman 115). Ah, benar sekali, sejak saya menyukai komedi, saya pun belajar berdamai dengan berbagai situasi.

Meskipun bukunya terbagi menjadi Ngenest 1, Ngenest 2, dan Ngenest 3, tapi tak mempengaruhi urutan mana yang harus dibaca terlebih dahulu. Berupa cerita pecah-pecah, tetapi tetap dapat dinikmati dengan santai, pembaca dapat membaca bab mana saja yang ingin dilahap lebih dulu. Saya pun membaca buku pertama malah pada urutan terakhir.

Desember 2015 nanti, Ngenest hadir dalam bentuk film, yang disutradarai oleh Ernest Prakasa sendiri.


Poster NGENEST Movie via twitter @NGENESTmovie


Data Buku

Judul : Ngenest: Ngetawain Hidup Ala Ernest (1, 2, dan 3)
Penulis : Ernest Prakasa
Editor : Dewi Fita & Evi Nurulita
Genre : Non Fiksi Komedi
Tahun Terbit : Ngenest 1 (2014); Ngenest 2 (2014); Ngenest 3 (2015)
Penerbit : Rak Buku, Jakarta

You May Also Like

3 comments

  1. Keren nih rating dari filmnya :o Sinopsisnya juga keren sip lah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, saya setuju. film drama komedi yang asyik banget ya kak.

      Delete