Posts

Negative Thinking? Why Not

Image
Pernahkah kau berhadapan pada suatu masalah yang menekanmu habis-habisan untuk berpikir? Apa yang sebenarnya terjadi?
Ya, kita semua pernah.

Saya ingin menceritakan sesuatu...
Ketika saya masih berkuliah di keperawatan, tentu terbiasa dengan adanya ujian praktik klinik. Ujian tersebut berupa tindakan-tindakan klinik saat kita menghadapi pasien dengan segala kondisinya. Biasanya ketika saya berpikir buruk (Misal: takut tidak bisa, jantung berdebar-debar, susah mengingat SOP, dan perasaan-perasaan tidak mengenakkan lainnya sebelum ujian) biasanya justru saya mendapati ujian yang lancar dan tak semenakutkan bayangan saya. Mungkin apakah karena mental saya sudah mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan buruk? 
Justru saya sedikit khawatir ketika menjelang ujian, tetapi saya nampak santai, tidak kepikiran, dan justru merasa sudah siap. Kadang berakhir kebalikannya.
Itu salah satu kejadian yang membuat saya berpikir bahwa tak ada salahnya bernegative thinking. Tentu banyak kejadian dalam kehidu…

Metafora Padma: Konflik-konflik Identitas dan Keberadaan

Image
Bisa jadi, buku ini menjadi buku pertama di tahun 2018 yang saya selesaikan dengan tuntas. Metafora Padma karya Bernard Batubara. Saya juga membaca buku lain, seperti Ayah-nya Andrea Hirata, Rantau 1 Muara-nya Anwar Fuadi, dan Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps - Pease dan Barbara.


Begini ulasan subjektif saya, dan demi mencegah kebosanan, saya membaca dari cerita pendek paling belakang. Ternyata cukup manjur.

Solilokui Natalia, sebuah cerita dengan sudut pandang yang tidak biasa, sangat menarik. Membahas tentang agama dan keingintahuan seorang perempuan muslim yang bernama Natalia. Saya suka sekali ini. Di tengah darurat 'agama' yang terjadi di Indonesia, cerita ini seakan menjadi refleksi yang menghadirkan tokoh yang tidak ingin mengkhianati identitas keagamaannya.

Saya membalik halaman secara mundur dan sampai pada Kanibal, sebuah cerita yang mengantarkan saya pada pertanyaan kemana cerita ini akan dibawa. Seakan mengingatkan saya pada latar belakang san…

Orang Kaya Itu yang Bagaimana?

Image
Pada suatu sore, sepulang kuliah melewati jalanan dengan sisi persawahan, tiba-tiba terlintas suatu hal dalam pikiran saya, apakah saya ini kaya?
Ah, sombong sekali sampai berpikir tentang kekayaan dalam diri saya. Untuk membeli buku setebal 250 halaman saja saya masih berpikir. Penting nggak? Dibaca beneran, nggak? Kenapa harus membeli buku ini? Ya, akhir-akhir ini sebenarnya saya ingin beli buku, tapi masih ada yang harus diprioritaskan.
Lantas, terlintas lagi suatu pertanyaan:
Sebenarnya, orang kaya itu yang bagaimana?

Dengan pertanyaan tersebut, yang saya share di media sosial, akhirnya mendapat tanggapan dari empat orang kawan. Aih, dari sebegitu banyaknya teman media sosial, yang respon cuma empat. Ya, ((empat)) oh wow... Tapi, mari kita lihat dulu apa arti kaya menurut KBBI daring.
Kaya adalah mempunyai banyak harta (uang dan sebagainya), mempunyai banyak (mengandung banyak dan sebagainya, berkuasa. 
Berikut adalah kaya versi kawan-kawan saya. 
Orang kaya itu... 
Yang nggak pernah…

[Film] Review Komedi Musikal Benyamin (Bukan) Biang Kerok

Image
Tanpa menonton trailernya dan bahkan saya tidak tahu sebelumnya kalau ada film berjudul "Benyamin Biang Kerok" remake ini, saya memutuskan menonton. Satu hal yang membuat saya tertarik untuk menonton, "Ini yang main Reza Rahadian," Kata kawan saya.

Okay, kita nonton. Oh lord...


Penasaran dengan bagaimana lagi akting Reza yang memang banyak memerankan tokoh-tokoh tanah air. Dan kali ini ia memerankan tokoh Pengki, si Benyamin Biang Kerok. Juga karena film ini disutradarai Hanung Bramantyo, jadi saya pikir "Wah, keren ini sepertinya..."

Film dimulai dengan penyusupan si Pengki yang menyamar (yang perankan oleh Tora Sudiro) ke kasino milik Said Toni Rojim (Qomar) di Jakarta. Di cerita ini Pengki dibantu oleh sahabatnya Somad (Adjis Doa Ibu) dan Aci (Aci Resti). Pertengahan film diisi dengan kisah cinta Pengki dan Aida yang terhalang oleh Said. Pengki dan kedua sahabatnya berupaya melakukan penyelamatan pada Aida.





Jika boleh saya menyatakan sebuah premis pad…

Kenapa Membatasi Posting Instagram?

Image
Ya, memang nggak ada yang tanya, sih. Tapi saya ingin menulis alasan kenapa saya sudah membatasi posting instagram. Bahkan beberapa, eh banyak, postingan saya hapus. Saya pertama kali memakai instagram pada tahun 2014 dan saat itu hanya sekedar punya akun buat gaya-gayaan. Hahaha...



Bahkan dulu sudah sampai lebih dari 350 foto yang sudah saya posting, termasuk video. Yang benar-benar nggak penting sudah saya hapus, apalagi kalau cuma foto selfie, siapa pula yang akan tertarik nontonin foto-foto selfie, semacam nggak ada kegiatan lain saja jadinya, okay kecuali saya orang populer. Wehehe...

Tapi beberapa waktu kemudian, instagram mengeluarkan fitur "archive" yang bisa digunakan untuk membuang foto dari feed (semacam timeline, tampilan foto-foto secara keseluruhan di profil akun kita) instagram kita tanpa harus menghapusnya. Akhirnya beberapa foto ada yang saya arsip juga. Pernah terlintas sedikit kecewa karena yang sebelumnya sudah terlanjur dihapus karena belum kenal fitur …

[Film] Jumanji: The Life Survival Game

Image
Lama nggak nge-update blog, apalagi soal film. Sebenarnya juga bukan berarti nggak nonton film sama sekali, sih. You know I'm not really busy huh. Dan nggak ada yang nyantol saja di pikiran buat ditulis. Deuh...

Jumanji, Welcome to The Jungle. Bisa jadi film terakhir yang saya tonton di penghujung tahun 2017 ini. (apaan sih, apa-apa dikaitkan sama pergantian tahun) ya kan biar nyambung saja. Ehehe...


Awalnya males sih mau nonton pelem di bioskop, cuma karena ada teman dari luar kota yang lagi main ke Jember dan ngajak nonton, ya udah deh kita cus! Bukannya apa, ini dompet kalau dibuka serasa ngumpet semua duit, sementara struk indomart bermunculan. Penghujung tahun yang pedih, jenderal!

Alasan kedua malas nonton pelem ini: belum nonton Jumanji yang film sebelumnya yang keluaran tahun 1995 itu. Saya pikir nyambung gitu kan, jadinya takut nggak relate ntar sama filmnya. Salah satu temen juga nggak mau nonton ini karena alasan tersebut.

Ternyata kami salah!

Ini film bagus banget. Ka…

[Buku] Inspirasi Gila Ilmu dari Ranah 3 Warna

Image
Ranah 3 warna adalah novel kedua dari Trilogi 5 Menara karya A. Fuadi. Novel pertamanya, Negeri 5 Menara yang saya baca hampir 7 tahun yang lalu. Ya, tujuh tahun yang lalu. Dan telah diangkat ke layar lebar pula. Baru tahun 2017 ini saya membaca lanjutannya.

Awalnya saat saya ingin membeli di salah satu toko buku, saya kurang sreg dengan sampul bukunya. Sampul buku terbaru berupa huruf dengan latar polos. Entah kenapa saya lebih suka dengan edisi terdahulu. Tetapi beruntung saya mampir ke toko buku lain dan menemukan sebuah novel dengan sampul bergambar sepatu hitam, rumput hijau, pasir, dan daun maple yang didesain oleh Slamet Mangindaan ini. Ya, Ranah 3 Warna edisi sampul lama.


Sekilas Sinopsis

Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Impiannya adalah ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau ke Amerika. Tetapi ia kemudian sadar, satu hal penting yang tidak ia punya, ijazah SMA.  Bagaimana mungkin mengejar semua cita-cita tinggi tersebut tanpa ijazah?