Posts

Menghindari atau Menghadapi?

Image
Beberapa hari yang lalu, teman saya, Wati, sedang mengendarai motor bersama seorang kawan. Mereka boncengan. Lebih tepatnya, Wati mau mengantar kawannya pulang.

Saat melewati jalanan siang hari yang bertepatan dengan jam-jam pulang sekolah, jalanan menjadi cukup macet dan kendaraan bergerak pelan. Saat ada celah, Wati membelok ke kiri melewati jalan lain yang ia kira tidak akan macet sehingga walaupun jarak tempuhnya lebih jauh, ia bisa sampai lebih cepat. Setidaknya nggak berpanas-panasan.

Namun sayang, Wati justru menemui adanya perbaikan jalan dan tetap saja jalanan macet. Dalam hati, Wati merenung-renung dan mendapat sebuah kesimpulan singkat:

Bagaimana pun kita mencoba menghindari sebuah masalah, kita akan tetap dihadapkan dengan masalah yang lain, yang bahkan sama saja.
Sama seperti cerita Wati beberapa minggu sebelumnya. Wati memiliki Surat Ijin Mengemudi (motor), tetapi ia lupa memperpanjang masa berlakunya. Karena peraturan saat ini mengharuskan ujian dari awal bagi yang terl…

Nasihat Cinta dari Si Ganteng Arjuna

Image
Namanya Arjuna. Kalau dalam tokoh pewayangan, Arjuna adalah sosok tampan dan lemah lembut di antara Pandawa. Tapi Arjuna yang saya temui ini bukan tokoh wayang. Nampaknya ia adalah Arjuna dalam bentuk nyata. 
---
Sore hari saya dan kawan saya, Siska, tengah berjalan-jalan di Malioboro, menikmati syahdunya Yogyakarta yang suka bikin kangen mendadak. Sambil membawa kameranya dan mencoba memotret kawan saya yang berjalan di depan saya lebih dulu, tiba-tiba kawan saya berhenti di depan seorang anak, dan menoleh pada saya.


"Mbak, ini lho!" Katanya sambil noleh pada saya dan nunjuk si adik.
Saya cuma merespon senyum dan sedikit kaget. Kemudian kawan saya berbicara dengan adik tersebut. Samar-samar saya dengar, "Masih ingat sama mbak itu?" Siska memberitahu si adik sambil menunjukku.
Saya keburu menggelengkan kepala mencoba mengkode bahwa si adik tersebut tentu tidaklah mengenal saya. 
Jadi, sebelumnya saya pernah pasang story di instagram, bahwa ada seorang anak bernama …

Negative Thinking? Why Not

Image
Pernahkah kau berhadapan pada suatu masalah yang menekanmu habis-habisan untuk berpikir? Apa yang sebenarnya terjadi?
Ya, kita semua pernah.

Saya ingin menceritakan sesuatu...
Ketika saya masih berkuliah di keperawatan, tentu terbiasa dengan adanya ujian praktik klinik. Ujian tersebut berupa tindakan-tindakan klinik saat kita menghadapi pasien dengan segala kondisinya. Biasanya ketika saya berpikir buruk (Misal: takut tidak bisa, jantung berdebar-debar, susah mengingat SOP, dan perasaan-perasaan tidak mengenakkan lainnya sebelum ujian) biasanya justru saya mendapati ujian yang lancar dan tak semenakutkan bayangan saya. Mungkin apakah karena mental saya sudah mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan buruk? 
Justru saya sedikit khawatir ketika menjelang ujian, tetapi saya nampak santai, tidak kepikiran, dan justru merasa sudah siap. Kadang berakhir kebalikannya.
Itu salah satu kejadian yang membuat saya berpikir bahwa tak ada salahnya bernegative thinking. Tentu banyak kejadian dalam kehidu…

Metafora Padma: Konflik-konflik Identitas dan Keberadaan

Image
Bisa jadi, buku ini menjadi buku pertama di tahun 2018 yang saya selesaikan dengan tuntas. Metafora Padma karya Bernard Batubara. Saya juga membaca buku lain, seperti Ayah-nya Andrea Hirata, Rantau 1 Muara-nya Anwar Fuadi, dan Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps - Pease dan Barbara.


Begini ulasan subjektif saya, dan demi mencegah kebosanan, saya membaca dari cerita pendek paling belakang. Ternyata cukup manjur.

Solilokui Natalia, sebuah cerita dengan sudut pandang yang tidak biasa, sangat menarik. Membahas tentang agama dan keingintahuan seorang perempuan muslim yang bernama Natalia. Saya suka sekali ini. Di tengah darurat 'agama' yang terjadi di Indonesia, cerita ini seakan menjadi refleksi yang menghadirkan tokoh yang tidak ingin mengkhianati identitas keagamaannya.

Saya membalik halaman secara mundur dan sampai pada Kanibal, sebuah cerita yang mengantarkan saya pada pertanyaan kemana cerita ini akan dibawa. Seakan mengingatkan saya pada latar belakang san…

Orang Kaya Itu yang Bagaimana?

Image
Pada suatu sore, sepulang kuliah melewati jalanan dengan sisi persawahan, tiba-tiba terlintas suatu hal dalam pikiran saya, apakah saya ini kaya?
Ah, sombong sekali sampai berpikir tentang kekayaan dalam diri saya. Untuk membeli buku setebal 250 halaman saja saya masih berpikir. Penting nggak? Dibaca beneran, nggak? Kenapa harus membeli buku ini? Ya, akhir-akhir ini sebenarnya saya ingin beli buku, tapi masih ada yang harus diprioritaskan.
Lantas, terlintas lagi suatu pertanyaan:
Sebenarnya, orang kaya itu yang bagaimana?

Dengan pertanyaan tersebut, yang saya share di media sosial, akhirnya mendapat tanggapan dari empat orang kawan. Aih, dari sebegitu banyaknya teman media sosial, yang respon cuma empat. Ya, ((empat)) oh wow... Tapi, mari kita lihat dulu apa arti kaya menurut KBBI daring.
Kaya adalah mempunyai banyak harta (uang dan sebagainya), mempunyai banyak (mengandung banyak dan sebagainya, berkuasa. 
Berikut adalah kaya versi kawan-kawan saya. 
Orang kaya itu... 
Yang nggak pernah…

[Film] Review Komedi Musikal Benyamin (Bukan) Biang Kerok

Image
Tanpa menonton trailernya dan bahkan saya tidak tahu sebelumnya kalau ada film berjudul "Benyamin Biang Kerok" remake ini, saya memutuskan menonton. Satu hal yang membuat saya tertarik untuk menonton, "Ini yang main Reza Rahadian," Kata kawan saya.

Okay, kita nonton. Oh lord...


Penasaran dengan bagaimana lagi akting Reza yang memang banyak memerankan tokoh-tokoh tanah air. Dan kali ini ia memerankan tokoh Pengki, si Benyamin Biang Kerok. Juga karena film ini disutradarai Hanung Bramantyo, jadi saya pikir "Wah, keren ini sepertinya..."

Film dimulai dengan penyusupan si Pengki yang menyamar (yang perankan oleh Tora Sudiro) ke kasino milik Said Toni Rojim (Qomar) di Jakarta. Di cerita ini Pengki dibantu oleh sahabatnya Somad (Adjis Doa Ibu) dan Aci (Aci Resti). Pertengahan film diisi dengan kisah cinta Pengki dan Aida yang terhalang oleh Said. Pengki dan kedua sahabatnya berupaya melakukan penyelamatan pada Aida.





Jika boleh saya menyatakan sebuah premis pad…

Kenapa Membatasi Posting Instagram?

Image
Ya, memang nggak ada yang tanya, sih. Tapi saya ingin menulis alasan kenapa saya sudah membatasi posting instagram. Bahkan beberapa, eh banyak, postingan saya hapus. Saya pertama kali memakai instagram pada tahun 2014 dan saat itu hanya sekedar punya akun buat gaya-gayaan. Hahaha...



Bahkan dulu sudah sampai lebih dari 350 foto yang sudah saya posting, termasuk video. Yang benar-benar nggak penting sudah saya hapus, apalagi kalau cuma foto selfie, siapa pula yang akan tertarik nontonin foto-foto selfie, semacam nggak ada kegiatan lain saja jadinya, okay kecuali saya orang populer. Wehehe...

Tapi beberapa waktu kemudian, instagram mengeluarkan fitur "archive" yang bisa digunakan untuk membuang foto dari feed (semacam timeline, tampilan foto-foto secara keseluruhan di profil akun kita) instagram kita tanpa harus menghapusnya. Akhirnya beberapa foto ada yang saya arsip juga. Pernah terlintas sedikit kecewa karena yang sebelumnya sudah terlanjur dihapus karena belum kenal fitur …